A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Polisi Ungkap Motif di Balik Ledakan Bom di MAN 3 Padang, Diduga Dipicu Perundungan - Ntvnews.id

Polisi Ungkap Motif di Balik Ledakan Bom di MAN 3 Padang, Diduga Dipicu Perundungan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 22:42
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol M Yasin. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol M Yasin. (Antara)

Ntvnews.id, Padang - Kepolisian masih menyelidiki motif di balik ledakan bom yang terjadi di lingkungan MAN 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang siswa berinisial R (17), yang kini menjalani pemeriksaan di Polresta Padang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol M Yasin mengatakan, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa pelaku mengalami perundungan atau risak.

"Dari pemeriksaan awal kami temukan kalau motif pelaku R adalah risak," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang Kompol M Yasin, di Padang.

Berdasarkan pengakuan kepada penyidik, R mengaku tidak memiliki niat sejak awal untuk meledakkan maupun membakar bom rakitannya. Namun, tekanan mental yang dialaminya diduga membuatnya nekat memicu ledakan tersebut pada Selasa.

Dalam pemeriksaan, R mengaku telah mengalami perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini menjadi siswa kelas XII MAN.

Polisi menduga aksi peledakan tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pelaku untuk menunjukkan eksistensi atau jati dirinya di lingkungan pergaulan.

Selain itu, penyidik juga menemukan bahwa R mempelajari cara merakit benda peledak secara mandiri melalui internet. Sementara bahan baku dan perlengkapan yang dibutuhkan dibeli melalui toko daring sebelum akhirnya dirakit sendiri.

Dari hasil penyelidikan sementara, R diketahui mulai mempelajari dan merakit benda tersebut sekitar empat bulan lalu. Seluruh proses dilakukan secara diam-diam tanpa diketahui orang tua maupun anggota keluarganya.

Selama beberapa bulan, benda yang telah dirakit itu hanya disimpan di rumah. Hingga akhirnya pada Selasa, R membawa benda tersebut ke sekolah sebelum kemudian meledakkannya.

Ledakan yang terjadi sempat membuat warga sekolah panik dan mengakibatkan sejumlah barang mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Hingga Selasa malam, R masih berada di Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan awal dengan pendampingan kedua orang tuanya.

Di sisi lain, Polresta Padang juga masih berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close