Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, 1 Prajurit TNI AD Meninggal, 6 Lainnya Luka-luka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 18:49
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kadispenad Kolonel (Inf) Donny Pramono di Mabes AD, Jakarta Pusat, Jumat 31 Oktober 2025 (ANTARA/Walda Marison) Kadispenad Kolonel (Inf) Donny Pramono di Mabes AD, Jakarta Pusat, Jumat 31 Oktober 2025 (ANTARA/Walda Marison) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Darat mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam insiden ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 16 Juli 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan, satu personel TNI AD meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

"1 orang personel meninggal dunia," kata Donny saat konferensi pers di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat.

Selain korban meninggal, Donny menyampaikan terdapat enam prajurit TNI AD yang menjadi korban luka. Dari jumlah tersebut, empat orang mengalami luka berat, sementara dua lainnya menderita luka ringan.

"4 orang mengalami luka berat dan 2 luka ringan," ujarnya.

Menurut Donny, hingga kini TNI AD masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan yang terjadi di gudang amunisi tersebut.

"Hingga saat ini TNI AD masih melakukan investigasi terhadap peristiwa ini," tambahnya.

Sebelumnya, ledakan dilaporkan terjadi di Gudang Pusat Munisi II Puspalad yang berada di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, sekitar pukul 09.00 WIB. Dentuman keras dari dalam kompleks militer itu sempat mengagetkan warga di sekitar lokasi.

Sebelum adanya keterangan resmi dari TNI AD, sejumlah korban luka telah dilaporkan menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Caruban. Saat itu juga beredar informasi mengenai adanya satu jenazah di rumah sakit tersebut, namun belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan insiden ledakan.

Dengan pernyataan resmi Kadispenad, TNI AD kini memastikan satu prajurit meninggal dunia, sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka. Aparat masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab ledakan di gudang amunisi tersebut.

x|close