Soroti Kelangkaan Minyak Goreng, Prabowo: Negara Penghasil Sawit Terbesar Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jul 2026, 17:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan sempat terjadinya kelangkaan minyak goreng di Indonesia, meski negara ini merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang sulit diterima secara logika.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026.

"Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng saudara-saudara. Sesuatu tak masuk di akal," ungkap Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti adanya distorsi dalam perekonomian nasional yang disebutnya menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri dalam jumlah besar. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah praktik under invoicing atau pelaporan nilai transaksi perdagangan yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Baca Juga: Curhat Diserang Gegara MBG, Prabowo: Dianggap Pemborosan

"Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar, tiap tahun. Dengan praktik praktik under invoicing, pemalsuan laporan, under invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan. Praktik-praktik transfer pricing, praktik-praktik penyelundupan, hal hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita," jelasnya.

Prabowo mengatakan praktik-praktik tersebut juga tercantum dalam laporan sejumlah lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, persoalan tersebut telah diketahui oleh banyak pelaku ekonomi di tingkat global.

"Kita dihadapi dengan masalah yang sangat besar, dengan masalah yang vital kalau ini kita biarkan. Kalau kebocoran ratusan miliar dolar dibiarkan keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa," pungkasnya.

x|close