Sudaryono Minta Masyarakat Lapor Aparat jika Ada yang Catut Namanya Terkait MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 09:53
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026 Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan pihak yang mencatut namanya atau mengaku memiliki kedekatan dengannya untuk meminta imbalan maupun menawarkan jasa yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026, sesaat setelah dirinya resmi dilantik sebagai Kepala BGN. Ia menegaskan langkah itu diperlukan untuk mencegah praktik pencatutan nama yang kerap muncul dalam pelaksanaan program-program strategis pemerintah, termasuk MBG.

"Saya memiliki keluarga, saya memiliki sahabat, saya memiliki teman, rekan, siapa pun itu termasuk alumni, dan seterusnya, dan saya ingin menyampaikan, bahwa saya sebagai kepala (BGN, red.) ini, kalau nantinya ada orang, misalnya, menawarkan jasa, barangkali dengan imbalan, ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya, dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar, dan saya minta kepada yang bersangkutan, misalnya itu, kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib," kata Sudaryono saat memberikan keterangan pers usai upacara pelantikan.

Pada kesempatan yang sama, Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, sahabat, maupun orang-orang yang mengenalnya. Ia menegaskan tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun apabila pembicaraan berkaitan dengan urusan pekerjaan.

Baca juga: Sudaryono Akui Tata Kelola BGN Bermasalah, Janji Benahi Program MBG Total

"Saya tidak atau tidak kemudian memberikan atensi khusus atau tidak memberikan semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan," ujar Sudaryono.

Ia juga menekankan bahwa pembahasan mengenai program MBG tidak boleh dilakukan di "ruang-ruang gelap" yang berpotensi membuka peluang terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang teras, dan transparan, dan dilihat orang," ujar dia.

Selain itu, Sudaryono memastikan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk praktik korupsi maupun penyimpangan lainnya di lingkungan BGN serta dalam pelaksanaan program MBG.

"Yakinlah, bahwa saya di detik ini berkomitmen untuk kemudian kita kerja dengan sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya," kata Sudaryono.

Baca juga: Sudaryono: Program MBG Tidak Boleh Ada yang Sembunyi-sembunyi, Harus Transparan

Presiden Prabowo resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN definitif untuk menggantikan Nanik S. Deyang dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BGN yang ditandatangani Presiden Prabowo pada Rabu, 22 Juli 2026.

(Sumber: Antara)

x|close