AS Lanjutkan Serangan ke Iran hingga Malam ke-12 Berturut-turut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 13:45
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan udara mengawali operasi terhadap target Houthi yang didukung Iran di seluruh Yaman, pada, 15 Maret 2025 Arsip - Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan udara mengawali operasi terhadap target Houthi yang didukung Iran di seluruh Yaman, pada, 15 Maret 2025 (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menuntaskan gelombang terbaru serangan terhadap sejumlah target militer di Iran pada Rabu, 22 Juli 2026 malam. Operasi tersebut menjadi aksi militer yang berlangsung selama 12 malam berturut-turut.

"Pada pukul 22.30 Waktu Timur AS (09.30 WIB) pada 22 Juli, pasukan CENTCOM telah menyelesaikan serangan baru terhadap Iran untuk malam ke-12 berturut-turut," demikian bunyi pernyataan CENTCOM.

CENTCOM menjelaskan, sasaran dalam operasi itu meliputi kemampuan maritim Iran, lokasi penyimpanan rudal dan pesawat nirawak (drone), sejumlah pos pengawasan di kawasan pesisir, hingga aset pertahanan udara.

"Serangan-serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial," kata CENTCOM.

Baca Juga: Menlu Iran: Serangan ke Infrastruktur Negara Akan Dibalas dengan Mata Ganti Mata

Militer Amerika Serikat menyebutkan bahwa sepanjang Juli ini mereka telah menggempur puluhan titik militer di berbagai wilayah Iran. Bersamaan dengan itu, AS juga kembali menerapkan blokade laut terhadap negara tersebut.

Menurut CENTCOM, pasukan AS telah mengubah jalur pelayaran sembilan kapal komersial serta melumpuhkan satu kapal sebagai bagian dari upaya mencegah aktivitas keluar masuk kapal melalui pelabuhan-pelabuhan Iran.

CENTCOM juga mengungkapkan lebih dari 50.000 personel militer AS masih disiagakan di kawasan Timur Tengah. Seluruh pasukan tersebut disebut berada dalam kondisi sangat waspada, fokus, mematikan, dan siap menjalankan operasi.

Serangan terbaru AS ke berbagai wilayah Iran telah berlangsung sejak pekan lalu. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan yang menyasar fasilitas serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan.

Baca juga: Konflik AS-Iran Menelan Biaya Fantastis, Ini Jumlahnya

Konflik kedua negara terus berlanjut meski sebelumnya mereka telah menyepakati perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Februari sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

(Sumber: Antara)

x|close