Kadin Paparkan Empat Terobosan Strategis untuk Perkuat Ekonomi Nasional di Hadapan Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Agu 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie memaparkan sejumlah terobosan strategis yang disiapkan dunia usaha untuk menjaga ketahanan perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global.

Gagasan tersebut disampaikan Anindya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan jajaran Kadin Indonesia yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Anindya, ketahanan energi, pangan, dan ekonomi merupakan elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari ketahanan nasional. Karena itu, Kadin telah menyiapkan berbagai langkah strategis sejak tahun lalu dengan mengedepankan optimisme dan solusi bagi dunia usaha.

"Ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi adalah bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri berpikir optimistis dan mencari solusi, apalagi perekonomian Indonesia berada dalam keadaan yang lebih baik dengan pertumbuhan rata-rata 5 persen dan inflasi terkendali," kata Anindya.

Ia menilai dunia usaha memiliki peran sentral dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor.

"Data BPS mencatat hampir 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor, sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi mencakup UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, hingga perusahaan besar di pusat dan daerah," jelas Anindya.

Baca Juga: Kadin Apresiasi Program MBG dan Penguatan Ketahanan Pangan Pemerintah

Untuk memperkuat kontribusi tersebut, Kadin mengonsolidasikan seluruh potensi organisasinya melalui pelaksanaan empat program quick win yang dinilai memiliki dampak ekonomi besar. Program-program itu difokuskan pada peningkatan gizi anak, layanan kesehatan, peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia, serta penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

"Empat program quick win kami luncurkan karena mempunyai impact besar, mulai dari Satgas MBG Gotong Royong di 866 dapur termasuk 128 kawasan 3T dengan multiplier effect 3 sampai 15 kali," kata Anindya.

Ia menjelaskan, Kadin juga membentuk Satuan Tugas Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang menyasar sektor kesehatan bernilai Rp670 triliun. Selain itu, organisasi tersebut mendorong sertifikasi bagi 208 ribu Pekerja Migran Indonesia untuk menjaga devisa yang mencapai 17,1 miliar dolar AS, serta mendukung renovasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari program pembangunan tiga juta rumah yang berpotensi menciptakan 19,8 juta lapangan kerja.

Selain menjalankan program di tingkat masyarakat, Kadin juga memperluas kemitraan strategis melalui dukungan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih di 80.000 titik dan pengawalan berbagai agenda investasi internasional.

Upaya tersebut diperkuat dengan pembentukan lembaga khusus yang bertugas mengoptimalkan implementasi perjanjian perdagangan bebas agar investasi asing yang masuk ke Indonesia dapat terserap secara maksimal.

"Kami langsung mengkonsolidasikan segala macam kekuatan di Kadin dan meluncurkan 4 quick win, dengan alasan tertentu. Alasannya ialah ini quick win yang kami lihat bisa mendongkrak perekonomian karena mempunyai impact yang besar," kata Anindya.

HIGHLIGHT

x|close