Trump Tegaskan AS Tak Akan Biarkan Iran Kenakan Biaya di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 16:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sebuah spanduk yang menampilkan Presiden AS Donald Trump serta memuat pesan-pesan dipajang di depan rudal balistik Zolfaghar dan Zolghadr yang dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, ibu kota Iran, pada 2 Agustus 2026. Sebuah spanduk yang menampilkan Presiden AS Donald Trump serta memuat pesan-pesan dipajang di depan rudal balistik Zolfaghar dan Zolghadr yang dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, ibu kota Iran, pada 2 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id,vWashington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan negaranya tidak akan membiarkan Iran memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Bahkan, menurutnya, Amerika Serikat yang akan menjadi pihak yang mengenakan biaya tersebut.

"Harus begitu. Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan pada Senin, 3 Agustus 2026.

Pernyataan itu disampaikan ketika Trump menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Iran kembali membuka akses pelayaran secara penuh di Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026.

Baca JugaIran Bantah Negosiasi dengan AS, Trump Murka

Namun, pada 8 Juli 2026, Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.

Sejak saat itu, militer Amerika Serikat melancarkan beberapa gelombang serangan ke wilayah Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Baca JugaTolak Dialog dengan AS, Iran Justru Gandeng Oman Buka Jalur di Selat Hormuz

Pada Sabtu, 12 Juli 2026, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan campur tangannya di kawasan tersebut.

Sehari kemudian, Minggu, 13 Juli 2026, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close