Pramono Targetkan 100 Persen Sampah Jakarta Terkelola pada 2028

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 14:40
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh sampah di Jakarta dapat terkelola secara optimal hingga mencapai 100 persen pada 2028. Target tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem persampahan Ibu Kota yang kini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.

Pramono mengatakan, Jakarta sebagai kota global tak hanya dituntut memiliki pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang maju, tetapi juga harus mampu menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang memenuhi standar internasional.

"Jakarta sekarang ini masih sebagai ibu kota, sebagai kota global, kota inklusif, kota berbudaya dan sebagai kota global maka benchmark-nya adalah dunia," katanya saat memberikan sambutan dalam peluncuran Gerakan Nasional Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di fasilitas RDF Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, menjadi perhatian bukan hanya pemerintah dan masyarakat Jakarta. Sebagai kota global, sistem persampahan Jakarta juga menjadi bagian yang diperhatikan dunia.

Ingub Nomor 5 Tahun 2026 Ubah Pola Pengelolaan Sampah Jakarta

Untuk mempercepat pembenahan sistem persampahan, Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026. Kebijakan tersebut mengubah pola lama pengelolaan sampah yang sebelumnya mengandalkan skema angkut dan buang menjadi pilah, angkut, dan olah.

Pramono juga menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan langkah mendasar untuk mengurangi volume sampah yang dikirim dan ditimbun di Bantargebang.

Sejak 1 Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan kebijakan tersebut secara bertahap. Sampah yang dikirim ke Bantargebang diupayakan semakin didominasi oleh residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan atau diolah kembali.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Untuk mengejar target 100 persen sampah terkelola pada 2028, Pemprov DKI Jakarta mempercepat pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan sampah.

Pramono menyebut pemerintah DKI bekerja sama dengan Danantara dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di sejumlah lokasi di Jakarta.

Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan mampu mengolah sampah dalam jumlah besar sehingga beban pengiriman sampah ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Pramono mengungkapkan masing-masing fasilitas memiliki kapasitas pengolahan yang signifikan. Fasilitas di Bantargebang diproyeksikan membutuhkan sekitar 2.000 ton sampah per hari. Kapasitas serupa juga diperkirakan diterapkan di fasilitas Tanjung Priok.

Sementara itu, fasilitas pengolahan sampah di Sunter diproyeksikan menangani sekitar 1.500 ton per hari. Di Rorotan, kapasitas pengolahan juga diperkirakan mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Jika seluruh kapasitas tersebut digabungkan, total sampah yang dapat ditangani mencapai hampir 8.000 ton per hari.

Selain fasilitas pengolahan tersebut, Pemprov DKI juga menyiapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Bantargebang untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Dengan pembangunan berbagai fasilitas pengolahan sampah dan penerapan sistem pemilahan dari sumbernya, Pemprov DKI Jakarta optimistis neraca sampah Ibu Kota dapat ditangani secara menyeluruh pada 2028.

Pramono menargetkan kondisi tersebut pada akhirnya dapat membawa Bantargebang menuju konsep zero dumping, yakni tidak lagi mengandalkan penimbunan sampah dalam jumlah besar sebagai metode utama pengelolaan.

"Sehingga dengan demikian neraca sampah di tahun 2028 kalau sesuai dengan planning maka akan terselesaikan dan menjadi zero dumping yang ada di Bantargebang," tutup Pramono Anung.

HIGHLIGHT

x|close