Update: Banjir Bandang Nepal-China 919 Orang Tewas dan 4.793 Masih Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 05:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Kathmandu - Sebanyak 919 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 4.793 lainnya masih dinyatakan hilang setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China pada pekan lalu.

Badan Bencana Nasional Nepal mencatat 903 korban meninggal dunia dan 4.247 orang masih dalam pencarian hingga Senin, 31 Agustus 2026. Upaya pencarian dan penyelamatan korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Di sisi lain, media pemerintah China melaporkan sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 546 lainnya hilang di wilayah Tibet. Jika kedua laporan tersebut digabungkan, jumlah korban tercatat mencapai 919 orang meninggal dan 4.793 orang hilang, seperti dikutip AFP.

Otoritas di Uttar Pradesh, India, turut menemukan 17 jenazah yang diduga merupakan korban bencana banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal-China.

Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus. Banjir bandang dan longsor dipicu runtuhnya bongkahan gletser serta material bebatuan dari kawasan Pegunungan Himalaya.

Baca Juga: Update Banjir Bandang Nepal: 475 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Masih Hilang

Runtuhan tersebut mencakup lidah gletser sepanjang sekitar 5.200 meter yang bercampur dengan bebatuan pegunungan. Material dalam jumlah besar kemudian memicu getaran kuat dan menyumbat aliran Sungai Lhender Khola hingga terbentuk bendungan alami sementara.

Seiring waktu, volume air di balik bendungan alami itu terus meningkat. Bendungan akhirnya jebol sehingga air dalam jumlah besar meluap dan mengalir deras ke wilayah Tibet di China serta sejumlah kawasan di Nepal, mulai dari bagian utara hingga tengah.

Pemerintah Nepal menyatakan telah mengerahkan berbagai upaya untuk menemukan para korban. Pencarian juga dilakukan terhadap warga yang diduga terseret arus banjir dan kemungkinan hanyut ke wilayah lain.

Sejumlah negara telah menawarkan bantuan kepada Nepal, termasuk mengirimkan tim penyelamat untuk membantu proses pencarian. Namun, pemerintah Nepal memilih menolak tawaran tersebut dengan alasan aparat keamanan dan tim penyelamat dalam negeri masih mampu menangani operasi pencarian korban.

Nepal menyatakan kebutuhan yang lebih mendesak saat ini adalah bantuan berupa dana tunai serta dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close