Trump Minta Eropa Bayar Biaya Senjata untuk Ukraina dalam Berperang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 15:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington akan menagih negara-negara Eropa atas biaya bantuan militer dan amunisi yang sebelumnya dikirim ke Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial pada Kamis, 3 September 2026. Ia mengeklaim bantuan senilai ratusan miliar dolar telah diberikan secara cuma-cuma kepada Ukraina dan NATO selama pemerintahan Presiden AS sebelumnya, Joe Biden.

“Ratusan miliar dolar diberikan kepada Ukraina dan NATO secara gratis, yang seharusnya dibayar oleh Eropa. Jika mereka hanya diminta, tetapi kami akan meminta uang itu, meskipun agak terlambat,” tulis Trump, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 4 September 2026.

Trump juga mengungkapkan bahwa stok amunisi AS mengalami penurunan akibat perang di Iran. Menurutnya, pemerintah kini berupaya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengamankan persediaan untuk memenuhi kebutuhan militer dalam negeri.

“Kami mengambilnya untuk diri kami sendiri, AS, alih-alih menjualnya kepada pihak lain. Namun, penjualan kepada sekutu akan segera dimulai kembali,” ujar Trump.

Baca Juga: DPR Minta BPS Segera Beresin Kekacauan Desil, Kasih Waktu 2 Minggu

Langkah tersebut dilakukan setelah AS bersama NATO membentuk inisiatif Prioritised Ukraine Requirements List (PURL) pada tahun lalu. Melalui skema itu, negara-negara Eropa dapat membiayai pembelian persenjataan produksi AS yang selanjutnya dikirimkan kepada Ukraina.

Di tengah situasi tersebut, Angkatan Darat AS dilaporkan telah mengerahkan sebagian besar persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi dalam konflik dengan Iran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kemampuan dan kesiapan militer AS apabila menghadapi konflik baru di masa mendatang.

Selain berdampak pada persediaan senjata, konflik di Ukraina dan Iran juga disebut memberikan tekanan terhadap perekonomian AS, terutama melalui kenaikan harga energi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia turut berkontribusi terhadap peningkatan harga minyak dan gas di pasar global.

“Kami sedang menghadapi guncangan energi saat ini akibat perang di Ukraina dan konflik di Iran,” kata Bessent kepada Fox News.

TERKINI

Israel Berlakukan Penutupan Tepi Barat Palestina hingga 3 Oktober

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 09:05 WIB

Rusia Luncurkan Ribuan Drone dan Rudal ke Ukraina dalam Sepekan

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 08:40 WIB

Di PBB, Kamboja Desak Penyelesaian Sengketa Thailand

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 08:10 WIB

Banjir Bangkok Meluas, Warga Borong Kebutuhan Pangan di Toko-toko

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 08:00 WIB

Menlu Sugiono Desak Reformasi PBB di Tengah Dinamika Global

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:45 WIB

China Kirim Dua Panda ke AS Usai Pertemuan Xi Jinping dan Trump

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:35 WIB

14 Prajurit Tewas Saat Latihan, Menhan Kazakhstan Dipecat

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:20 WIB

Putin Tegaskan Rusia Tak Mau Ada Konflik dengan Eropa

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 07:15 WIB

Hamzah Batik di Yogyakarta Kebakaran Pagi Ini

Nasional Senin, 28 Sep 2026 | 07:09 WIB
Load More
x|close