Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington akan menagih negara-negara Eropa atas biaya bantuan militer dan amunisi yang sebelumnya dikirim ke Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial pada Kamis, 3 September 2026. Ia mengeklaim bantuan senilai ratusan miliar dolar telah diberikan secara cuma-cuma kepada Ukraina dan NATO selama pemerintahan Presiden AS sebelumnya, Joe Biden.
“Ratusan miliar dolar diberikan kepada Ukraina dan NATO secara gratis, yang seharusnya dibayar oleh Eropa. Jika mereka hanya diminta, tetapi kami akan meminta uang itu, meskipun agak terlambat,” tulis Trump, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 4 September 2026.
Trump juga mengungkapkan bahwa stok amunisi AS mengalami penurunan akibat perang di Iran. Menurutnya, pemerintah kini berupaya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengamankan persediaan untuk memenuhi kebutuhan militer dalam negeri.
“Kami mengambilnya untuk diri kami sendiri, AS, alih-alih menjualnya kepada pihak lain. Namun, penjualan kepada sekutu akan segera dimulai kembali,” ujar Trump.
Baca Juga: DPR Minta BPS Segera Beresin Kekacauan Desil, Kasih Waktu 2 Minggu
Langkah tersebut dilakukan setelah AS bersama NATO membentuk inisiatif Prioritised Ukraine Requirements List (PURL) pada tahun lalu. Melalui skema itu, negara-negara Eropa dapat membiayai pembelian persenjataan produksi AS yang selanjutnya dikirimkan kepada Ukraina.
Di tengah situasi tersebut, Angkatan Darat AS dilaporkan telah mengerahkan sebagian besar persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi dalam konflik dengan Iran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kemampuan dan kesiapan militer AS apabila menghadapi konflik baru di masa mendatang.
Selain berdampak pada persediaan senjata, konflik di Ukraina dan Iran juga disebut memberikan tekanan terhadap perekonomian AS, terutama melalui kenaikan harga energi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia turut berkontribusi terhadap peningkatan harga minyak dan gas di pasar global.
“Kami sedang menghadapi guncangan energi saat ini akibat perang di Ukraina dan konflik di Iran,” kata Bessent kepada Fox News.
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)