Ntvnews.id, Washington D.C - China mengirim dua panda raksasa bernama Ping Ping dan Fu Shuang ke Atlanta, Amerika Serikat (AS), sehari setelah kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Washington berakhir.
Dilansir dari CNN International, Senin, 28 September 2026, Kedua panda tersebut akan menjadi penghuni baru Zoo Atlanta melalui skema peminjaman yang diberikan pemerintah China.
Ping Ping dan Fu Shuang diberangkatkan dari Chengdu, Provinsi Sichuan, pada Minggu, 27 September 2026 pukul 02.55 waktu setempat. Perjalanan keduanya menuju Atlanta diperkirakan memakan waktu sekitar 15 jam.
Pengiriman panda tersebut dilakukan setelah Xi bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyepakati perpanjangan gencatan perdagangan serta pembentukan jalur komunikasi khusus mengenai kecerdasan buatan (AI).
Selama puluhan tahun, China menjadikan panda sebagai bagian dari diplomasi dengan berbagai negara. Praktik tersebut kemudian dikenal luas sebagai diplomasi Panda.
Panda diberikan atau dipinjamkan China sebagai simbol persahabatan, niat baik, maupun upaya memperkuat hubungan dengan negara lain.
Xi menyebut panda sebagai "utusan persahabatan" antara China dan AS, mengacu pada sejarah keberadaan panda di sejumlah kebun binatang Amerika selama lebih dari 50 tahun.
"Panda raksasa telah menjadi utusan persahabatan antara China dan Amerika," kata Xi/
Tradisi diplomasi Panda antara China dan AS dimulai pada 1972. Saat itu, China mengirimkan panda ke AS setelah kunjungan Presiden Richard Nixon ke China. Sejak itu, pengiriman panda ke berbagai negara dimanfaatkan Beijing sebagai sarana membangun hubungan, memperkuat kerja sama, hingga memperbaiki hubungan bilateral.
Ping Ping lahir pada 17 Maret 2020. Panda jantan tersebut memiliki ciri berupa bercak hitam berukuran besar di sekitar mata dan dikenal memiliki kemampuan memanjat pohon. Nama Ping Ping berarti 'perdamaian', sama seperti nama panda pertama yang dikirim China ke Uni Soviet pada 1957.
Baca Juga: Mobil Buatan China Terancam Dilarang Permanen di AS, Sikap Trump Berbeda
Sementara Fu Shuang lahir pada 18 Oktober 2020. Namanya memiliki arti 'berkah ganda'. Panda tersebut memiliki sedikit bulu yang tumbuh menonjol di bagian atas kepala dan dikenal memiliki kemampuan menemukan makanan dengan mudah.
Keduanya dipilih oleh Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding berdasarkan sejumlah pertimbangan, seperti usia, kondisi kesehatan, faktor genetik, dan karakter. Pengelola juga memastikan kedua panda memiliki sifat jinak serta mampu hidup berdampingan.
"Mereka harus jinak dan menyukai satu sama lain, serta diharapkan dapat kawin secara alami," kata Wakil Direktur taman tersebut, Li Mingxi, kepada CCTV.
Sebelum diterbangkan ke AS, Ping Ping dan Fu Shuang menjalani karantina selama kurang lebih satu bulan bersama para pengasuh yang tinggal bersama mereka. Keduanya juga menjalani latihan untuk menghadapi perjalanan jauh, termasuk beradaptasi berada di dalam peti serta mendengar berbagai suara keras.
China turut mengirimkan dokter hewan dan tenaga ahli pengembangbiakan yang akan berada di Zoo Atlanta selama masa karantina setelah kedua panda tiba. Sebelumnya, tim Zoo Atlanta dan pihak China telah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas penyesuaian fasilitas yang akan menjadi tempat tinggal keduanya.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Zhongnanhai, Beijing, Jumat, 15 Mei 2026. (Antara)
Ping Ping dan Fu Shuang dijadwalkan tiba di Atlanta pada Minggu pagi waktu setempat. Zoo Atlanta sebelumnya juga pernah menjadi rumah bagi sejumlah panda asal China, termasuk Lun Lun dan Yang Yang. Pasangan tersebut memiliki tujuh anak antara 2006 hingga 2016 sebelum seluruhnya dikembalikan ke Chengdu.
Pengiriman panda dari China ke AS kembali dilakukan pada Juni 2024 ketika dua ekor panda tiba di San Diego. Pengiriman tersebut menjadi yang pertama bagi China ke AS dalam lebih dari 20 tahun. Pada tahun yang sama, pasangan panda lainnya dikirim ke National Zoo di Washington.
Panda memiliki posisi khusus dalam hubungan diplomatik China dengan berbagai negara. Selama lebih dari setengah abad, pemerintah China mengirimkan panda ke luar negeri sebagai bagian dari diplomasi sekaligus menjadikannya simbol budaya dan identitas nasional.
Di tengah hubungan China dan AS yang masih diwarnai persaingan di bidang perdagangan dan teknologi, termasuk kompetisi dalam pengembangan AI, keberadaan panda menjadi salah satu bentuk hubungan yang tetap berlangsung antara kedua negara.
Kedutaan Besar China di AS turut mengumumkan keberangkatan Ping Ping dan Fu Shuang. Duta Besar China untuk AS Xie Feng juga mengunggah foto kedua panda tersebut melalui akun X miliknya.
"Siap-siap menyambut dua bintang berbulu kita!" tulis Xie.
Bagi para pengasuh di Chengdu, keberangkatan kedua panda tersebut menjadi momen emosional setelah mereka merawatnya selama bertahun-tahun.
"Setelah merawat mereka begitu lama, rasanya seperti membesarkan anak sendiri," kata pengasuh bernama Fu kepada CCTV.
Saat lahir, Ping Ping dan Fu Shuang hanya memiliki bobot sedikit di atas 100 gram. Keduanya kemudian tumbuh menjadi panda dewasa yang kini akan menempati tempat tinggal baru di Atlanta.
Presiden Xi Jinping (kiri) bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 24 September 2026. (Antara)