Amran Pastikan Stok Beras Aman hingga Juni 2027 di Tengah El Nino

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Sep 2026, 15:47
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapakas) Andi Amran Sulaiman (tengah), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari (kedua kiri), dan pihak terkait lainnya dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 15 September 2026 Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapakas) Andi Amran Sulaiman (tengah), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari (kedua kiri), dan pihak terkait lainnya dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 15 September 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional tetap terjaga hingga Juni 2027, meskipun Indonesia menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino ekstrem.

"Hari ini kami ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama adalah pangan kita alhamdulillah aman, khususnya beras di tengah guncangan dunia, krisis pangan, krisis energi dan krisis air," kata Amran dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Untuk menjaga produksi beras, pemerintah telah menjalankan berbagai strategi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah tersebut antara lain pembangunan irigasi, embung, irigasi perpompaan, optimalisasi lahan sawah dan rawa, hingga program cetak sawah.

Amran menyebutkan produksi beras berdasarkan standing crop atau kondisi tanaman padi yang siap dipanen saat ini diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton dari lahan seluas 3,8 juta hektare.

Selain produksi tersebut, kebutuhan beras dari sektor hotel, restoran, dan kafe tercatat lebih dari 10 juta ton. Pemerintah juga memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sekitar 5 juta ton untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Baca Juga: Bapanas: Aman dari El Nino, Stok Beras Capai 5,1 Juta Ton

Dengan demikian, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 25-26 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat berada di kisaran 2,5 hingga 2,6 juta ton setiap bulan.

Amran menilai jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, bahkan hingga pertengahan 2027.

"Kebutuhan kita per bulan itu 2,5 sampai 2,6 juta ton. Artinya apa? Cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan. Katakanlah kita hitung bulan bulan ini 9 (September 2026), sampai bulan enam (Juni 2027) tahun depan stok (beras) kita aman, Jadi sangat aman," beber Amran.

Menurut Amran, ketahanan pangan Indonesia juga terlihat dari kemampuan negara mengekspor beras ke Malaysia serta memberikan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton kepada Palestina.

Baca Juga: BULOG Perkuat Stok Beras Papua, Dirut: Kami Targetkan Ketersediaan Beras Naik 3 Kali Lipat

Ia menilai capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Indonesia karena tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan pangan negara lain.

(Sumber: Antara)

x|close