Iran Siapkan Tiga Skenario Pertahanan Lawan AS, Seperti Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Sep 2026, 11:34
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Iran. Ilustrasi - Rudal Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menyiapkan pedoman pertahanan yang memuat tiga kemungkinan skenario di tengah konflik bersenjata dengan Amerika Serikat (AS). Salah satu skenario yang disiapkan adalah kemungkinan pecahnya perang dalam skala penuh.

Instruksi tersebut dikeluarkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi melalui program Peringatan Pertahanan Pasif Iran 2026. Pedoman itu dituangkan dalam 10 pasal yang mengatur langkah-langkah menghadapi berbagai kondisi konflik.

Dalam dokumen tersebut terdapat tiga kemungkinan situasi yang menjadi dasar penyusunan strategi pertahanan Iran. Ketiganya meliputi berakhirnya perang, gencatan senjata, serta perang besar-besaran.

Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 16 September 2026, apabila perang berakhir, militer Iran akan kembali menjalankan seluruh latihan, pelatihan, serta program publik yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Sementara dalam skenario gencatan senjata, pemerintah akan mengutamakan kesiapan masyarakat. Kewaspadaan juga akan diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya perang hibrida serta ancaman terhadap keamanan informasi.

Berbeda dengan dua kondisi tersebut, apabila perang berkembang menjadi konflik skala penuh, pertemuan masyarakat dan berbagai kegiatan tatap muka akan dihentikan sementara. Fokus utama akan dialihkan pada peningkatan kesiapan operasional.

Baca Juga: Tak Peduli Peringatan AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik

Meski demikian, layanan-layanan penting tetap akan berjalan. Pengelolaan sumber daya, pemberian bantuan kepada masyarakat, serta koordinasi di antara lembaga terkait juga akan terus dilakukan selama kondisi perang berlangsung.

Iran sebenarnya telah menerapkan pedoman pertahanan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024 dan 2025, Teheran juga menerbitkan instruksi yang terdiri dari 10 pasal dengan penekanan pada perlindungan terhadap infrastruktur strategis dan vital.

Pedoman terbaru tersebut diterbitkan ketika Iran masih berada dalam konflik dengan Amerika Serikat. Pertempuran yang berlangsung disebut telah menyebar ke sejumlah wilayah di Timur Tengah dan hingga kini belum menghasilkan penyelesaian melalui jalur diplomatik.

x|close