Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan membuka pendaftaran Program SMK Go Global Batch 2 pada 28 September 2026.
Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, termasuk lulusan perguruan tinggi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KP2MI, Sukarman mengatakan, evaluasi terhadap pelaksanaan Batch 1 menunjukkan masih terdapat masyarakat yang mengira program tersebut hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK.
“SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi bisa untuk umum. Bahkan kalau ada lulusan D3, S1, maupun S2 mau mendaftar, silakan mendaftar,” ujar Sukarman di Jakarta, Rabu, 19 September 2026.
Baca Juga: Mulai 12 Agustus, KP2MI Buka Pendaftaran Pelatihan Asta Mandala SMK Go Global Tahap Pertama
Pada pelaksanaan Batch 1, jumlah pendaftar mencapai sekitar 18.110 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.601 lebih peserta dinyatakan lolos mengikuti program.
Untuk Batch 2, KP2MI melakukan sejumlah persiapan dan evaluasi agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik.
Pelatihan bahasa dan kompetensi
Program SMK Go Global menyediakan dua jenis pelatihan, yakni pelatihan bahasa dan pelatihan kompetensi sesuai sektor pekerjaan.
Baca Juga: KP2MI Hadirkan Asta Mandala SMK Go Global untuk Wujudkan SDM Unggul Berkelas Dunia
Pelatihan kompetensi mencakup sejumlah bidang, antara lain kesehatan, hospitality, pertanian, dan transportasi.
Selama mengikuti pelatihan, biaya akomodasi dan konsumsi peserta ditanggung pemerintah.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan diarahkan mengikuti proses penempatan sesuai dengan kebutuhan atau job order dari perusahaan pengguna.
“Setelah selesai pelatihan, KP2MI akan mengawal proses penempatan lewat berbagai skema yang ada. Kita sudah memploting peserta pelatihan setelah selesai pelatihan akan diarahkan ke mana,” kata Sukarman.
Dalam pelaksanaannya, KP2MI bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan yang telah melalui proses verifikasi dalam sistem E-Vokasi.
Lembaga tersebut antara lain perguruan tinggi, SMK, balai latihan kerja (BLK), lembaga pelatihan kerja (LPK), balai diklat, dan politeknik kesehatan (Poltekkes).
Sukarman mengimbau masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk tidak ragu mengikuti program tersebut.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu mendaftar SMK Go Global. Target kita di tahun 2026 ada kuota sebanyak 40.000 orang,” ujarnya.
Batch 1 masih dibuka di sejumlah daerah
Sementara itu, hingga saat ini sejumlah Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) masih membuka pendaftaran SMK Go Global Batch 1 Gelombang 3.
Informasi mengenai pendaftaran dapat diakses melalui media sosial resmi KP2MI maupun akun media sosial masing-masing BP3MI.
Masyarakat juga diimbau memastikan informasi pendaftaran berasal dari kanal resmi pemerintah untuk menghindari informasi yang keliru (Humas KP2MI).
Bukan Cuma Lulusan SMK, Program SMK Go Global Batch 2 Terbuka untuk Umum.