Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dalam waktu kurang dari dua tahun, pemerintahan yang dipimpinnya telah mencapai berbagai prestasi. Berbagai prestasi itu menunjukkan hasil kerja pemerintahannya, bukan sekadar janji belaka.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada resepsi syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Kepala Negara mengatakan, berbagai capaian pemerintahannya telah tertuang dalam buku yang dibagikan kepada hadirin. Prabowo mengaku sempat kaget dengan banyaknya prestasi yang diraih pemerintahannya.
"Saya percaya diri karena sekarang kita buktikan kita bukan pemimpin yang omong-omong saja. Sebagai bukti, kalau tidak salah, sudah dibagikan buku, ya. Buku yang dibuat oleh tim saya. Saya sendiri kaget. Saya tidak tahu mereka bikin buku itu. Benar. Tahu-tahu dikasih buku itu ke saya. Saya baca, 'oh iya, ya.' Begitu banyak yang telah kita capai," kata Prabowo.
Baca Juga: Dipesan untuk Tidak Joget, Prabowo: Rakyat Kita Suka Joget Kok
Presiden mengatakan, pemerintahannya telah berhasil membuktikan berbagai prestasi yang bermanfaat bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Capaian dan prestasi ini, kata Prabowo, tidak terlepas dari kerja keras jajaran menteri, jenderal, dan kepala daerah. Dikatakan,
"Sekarang saya merasa percaya diri karena dua tahun ini pemerintahan yang saya pimpin, dibantu oleh orang-orang hebat, menteri-menteri yang hebat, jenderal-jenderal yang hebat, gubernur-gubernur yang hebat, kita telah buktikan kepada bangsa Indonesia, kita telah mencapai keberhasilan-keberhasilan yang nyata, yang beruntung dan menguntungkan bangsa dan rakyat Indonesia," katanya.
Prabowo menyatakan, pemerintah terus fokus untuk bekerja dengan cepat. Hal ini lantaran masyarakat sangat membutuhkan peran pemerintah.
"Rakyat yang lapar tidak bisa menunggu. Petani yang butuh pupuk tidak bisa menunggu. Nelayan yang memerlukan bantuan, yang tidak pernah dibantu selama 81 tahun Indonesia merdeka, sekarang akan kita urus," katanya.
Di sektor kelautan misalnya, Prabowo menyatakan, pemerintah akan membangun ribuan kapal untuk nelayan. Dengan demikian, kekayaan laut Indonesia sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Jangan ada lagi kapal asing yang mencuri kekayaan Indonesia.
"Sekarang kita akan bekerja. Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita," katanya.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan fokus pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Ditegaskan, tidak ada negara yang berhasil dan merdeka jika masih bergantung pada bangsa lain.
"Tidak ada negara yang berhasil, tidak ada negara yang merdeka kalau dia tidak bisa menghasilkan makan untuk bangsanya sendiri. Dan alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendir," katanya.
Tak hanya swasembada pangan, Prabowo juga terus berupaya mewujudkan swasembada energi, Dikatakan, Indonesia tidak boleh bergantung dan berharap pada belas kasihan bangsa lain. Indonesia, katanya, harus mampu mengurus, menjaga, dan memperkuat diri seniri.
Untuk itu, mulai 1 Juli 2026, Indonesia memutuskan menghentikan impor solar melalui implementasi B50. Dengan memanfaatkan kelapa sawit yang dalam negeri, Indonesia mampu memproduksi solar sendiri.
"Dan hari-hari ini, solar langka di dunia. Kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa memproduksi solar kita sendiri, saudara-saudara. Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman yang Yang Maha Kuasa telah memberikan karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib, the miracle plant, the miracle crop," katanya.
Prabowo Subianto HUT Gontor (Istimewa)