Trump Klaim Houthi Tak Ingin Perang dengan AS di Tengah Serangan ke Saudi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 10:24
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kelompok Houthi telah menyatakan tidak ingin berperang melawan Washington. Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan di kawasan Timur Tengah kembali memanas, termasuk meningkatnya serangan terhadap Arab Saudi yang merupakan sekutu AS.

Dilansir dari AFP, Senin, 21 September 2026, wartawan Trey Yingst yang disebut kerap berkomunikasi dengan Trump menyampaikan bahwa Presiden AS mengatakan Washington "terus menjalin komunikasi dengan Houthi dan mereka telah sepakat untuk tidak memerangi Amerika Serikat."

Sebelumnya, Trump juga pernah menyampaikan klaim bahwa Houthi memilih menahan diri dari serangan terhadap pasukan AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

"Houthi menghubungi kami dan mereka tidak ingin berperang melawan kami," kata Trump saat berkunjung ke Irlandia pada 12 September. "Mereka tidak ingin kami menyerang mereka."

Pernyataan terbaru Trump kepada Fox News tersebut muncul ketika Arab Saudi menghadapi tekanan yang meningkat. Salah satu insiden terbaru terjadi pada Sabtu, ketika serangan rudal dilaporkan mengarah ke ibu kota Saudi, Riyadh.

Baca Juga: Trump Pertimbangkan Buka Dokumen Baru 9/11, Dugaan Keterlibatan Saudi Disorot

Di sisi lain, Houthi dalam beberapa waktu terakhir melancarkan serangkaian serangan di wilayah Yaman. Kelompok tersebut dilaporkan berhasil menguasai sejumlah wilayah yang sebelumnya berada di bawah pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan mendapat dukungan dari Arab Saudi.

Fox News melaporkan Trump kini berada dalam "tahap pengambilan keputusan" mengenai langkah terhadap Iran. Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari. Situasi kemudian berkembang menjadi kebuntuan yang telah berlangsung hampir tujuh bulan.

Trey Yingst mengatakan Trump juga menyampaikan kepadanya bahwa "hal-hal besar akan terjadi dalam waktu dekat". Trump disebut turut memperingatkan Iran agar berhati-hati di tengah pertimbangan mengenai langkah Washington selanjutnya.

"pihak Iran sebaiknya bersikap tertib, karena ia sedang memutuskan apakah akan menghancurkan negara mereka atau tidak." pungkasnya.

TERKINI

Load More
x|close