Polisi Ungkap Hasil Visum Pria yang Ditemukan Terbungkus Kain di Jakbar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Okt 2026, 17:15
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi Ilustrasi (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polisi menyampaikan hasil visum terhadap pria berinisial MF (24) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbungkus sleeping bag di kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 8 Oktober 2026. Hasil pemeriksaan tersebut tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian.

"Sudah divisum RS Polri. Hasil, tidak ada kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia," ujar Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.

Darto mengatakan, penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut masih berlangsung di laboratorium Mabes Polri.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut sekarang lagi di periksa di laboratorium Mabes Polri," ujar dia.

Ia juga menjelaskan bahwa benda yang membungkus tubuh korban merupakan sleeping bag.

"Itu mayat kebetulan pakai baju sleeping bag," kata Darto menegaskan.

Sebelumnya, MF ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbungkus kain hitam di kamar indekosnya pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kakak korban, Fani, mengatakan bahwa dirinya dan keluarga terakhir kali dapat berkomunikasi dengan MF pada Selasa, 6 Oktober 2026. Namun, dua hari kemudian, korban yang berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, dan belum lama menyelesaikan kuliah tersebut tidak lagi dapat dihubungi.

"Ibu saya hari Rabu dan Kamis itu mencoba komunikasi sama adik saya, tapi enggak bisa dihubungi," ujar Fani saat dikonfirmasi, Minggu, 11 Oktober 2026.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Perempuan dalam Kamar Kontrakan di Pasar Kemis

Saat itu, Fani sedang berada di luar negeri. Karena khawatir dengan kondisi adiknya, ia kemudian memesan layanan ojek daring pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026, untuk memeriksa keadaan MF di indekosnya.

Setibanya di lokasi, pengemudi ojek daring berinisiatif melakukan panggilan video untuk melaporkan kondisi korban. Pengemudi tersebut juga meminta izin kepada penjaga indekos bernama Nila untuk memeriksa kamar MF.

"Ojol ini minta ijin ke Bu Nila (penjaga kos) untuk ke kamar karena ingin mengecek kondisi, sesampai di depan kamar kos itu dipanggil dan diketuk pintu tapi tidak ada jawaban. Posisi pintu terkunci dari dalam," ungkapnya.

Menurut Fani, penjaga indekos sempat mencoba membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kunci dari dalam kamar masih tersangkut pada lubang kunci.

Penjaga indekos kemudian meminta izin kepada pemilik tempat kos untuk mendobrak pintu agar kondisi korban dapat diketahui.

"Setelah dibuka, kondisi kamar gelap karena token listrik juga habis. Di kasur ada tubuh, tertutup selimut. Jadi selimut itu membungkus adik saya sangat ketat dari ujung kepala sampai kaki. Posisi tubuh telentang. Tidak bergerak," jelasnya.

Fani menyebut orang-orang yang berada di sekitar lokasi tidak berani menyentuh korban. Penjaga indekos kemudian memanggil pengurus RT setempat.

Berdasarkan informasi yang diterima Fani dari penjaga indekos, terdapat telepon seluler yang sedang diisi daya di dekat tubuh korban. Selain itu, ditemukan dua botol cairan yang disebut sebagai kloroform, lem akrilik, dan cairan untuk bahan kulit.

"Kalau kesaksian penjaga kos, hari Rabu sore itu dia masih papasan dengan adik saya. Ada beberapa paket di sore itu, tapi penjaga kos ini enggak mendengar suara keributan apapun selama rabu malam," jelasnya.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Wanita Terikat di Kamar Kos Jaktim

Fani menambahkan, rekaman CCTV di indekos tersebut tidak dapat diakses oleh penjaga karena telah diambil polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga kini, penyebab kematian MF masih belum diketahui secara pasti. Fani menyebut tubuh adiknya ditemukan dalam balutan selimut hitam yang sangat rapat.

"Hasil sementara dari kepolisian tidak ada tanda-tanda kekerasan, tubuh adik saya sudah membengkak dan sulit diidentifikasi, tubuh ditemukan dalam balutan selimut hitam tidak mengenakan pakaian. Hanya mengenakan smart watch. Wajah ditutup dua lapis masker, dan dua handuk yang menutupi mulut dan hidung," kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close