Jejak Jenderal Suyudi Ario Seto Bersihkan Kampung Narkoba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Okt 2026, 11:29
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto (kiri) dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Kapolri dan Wakapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana, Negara, Jakarta Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto (kiri) dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Kapolri dan Wakapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana, Negara, Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Upaya memberantas peredaran narkotika menjadi salah satu bagian penting dalam rekam jejak Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi sempat memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) dan terlibat langsung dalam sejumlah operasi di kawasan yang dikenal rawan peredaran narkoba.

Salah satu langkah besar terjadi pada November 2025. Saat itu, BNN bersama Polri, TNI, dan pemerintah daerah menggelar Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba secara serentak pada 5-7 November 2025.

Operasi tersebut menyasar 53 titik di 34 provinsi. BNN mencatat sebanyak 1.259 orang diamankan dalam rangkaian operasi itu. Dari jumlah tersebut, 395 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba, sementara 37 orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan 369 orang menjalani rehabilitasi. 

Bagi Suyudi, operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan hukum. Konsep yang diusung juga mencakup pemulihan kawasan yang selama ini menjadi titik rawan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kampung Bahari Jadi Salah Satu Sasaran Utama

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian besar adalah Kampung Bahari, Jakarta Utara. Pada Jumat (7/11/2025), Suyudi yang saat itu menjabat Kepala BNN memimpin langsung operasi gabungan di kawasan tersebut.

Operasi melibatkan sekitar 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Brimob, dan Polres Jakarta Utara. Dari penggeledahan lanjutan, petugas menemukan 89.159,42 gram atau sekitar 89,16 kilogram sabu, 91,53 gram ganja, serta 159 butir ekstasi.

Baca Juga: Polri Ungkap Alasan Mutasi 88 Pati dan Pamen

Selain narkotika, petugas juga menyita uang tunai sekitar Rp1,46 miliar, uang palsu Rp5,5 juta, senjata tajam, senjata api, perhiasan, telepon seluler, dan kendaraan bermotor. Sembilan orang kemudian diamankan untuk menjalani proses hukum.

Pengungkapan tersebut menjadi salah satu operasi besar yang menandai langkah BNN dalam menekan jaringan narkotika di kawasan permukiman yang rawan.

Jejak Suyudi dalam pemberantasan narkoba juga terlihat dari pendekatan yang menggabungkan penegakan hukum dengan rehabilitasi dan pencegahan.

Dalam operasi serentak November 2025, ratusan orang yang dinyatakan positif menggunakan narkoba diarahkan menjalani rehabilitasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya menyasar jaringan peredaran, tetapi juga menangani pengguna sebagai bagian dari persoalan yang harus dipulihkan. 

Suyudi juga pernah menekankan pentingnya menghindari stigma terhadap pengguna narkoba. Menurutnya, pengguna perlu dipandang sebagai korban yang harus mendapatkan kesempatan untuk sembuh melalui rehabilitasi. 

Kiprah Suyudi dalam pemberantasan narkotika menjadi bagian dari perjalanan kariernya hingga dipercaya menduduki posisi Kapolri.

Saat memimpin BNN pada 2025, Suyudi tercatat memimpin berbagai operasi pemberantasan jaringan narkotika. Bahkan dalam 18 hari pertama masa kepemimpinannya, BNN mengungkap 11 jaringan narkotika dengan 53 tersangka dan menyita lebih dari 503 kilogram berbagai jenis narkotika. 

Rekam jejak tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Suyudi di institusi penegak hukum. Dari operasi di kawasan rawan narkoba hingga memimpin lembaga yang berada di garis depan pemberantasan narkotika, agenda memutus peredaran narkoba menjadi bagian dari kiprahnya sebelum kini berada di pucuk pimpinan Polri.

x|close