China Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 07:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera China Bendera China (Istimewa)

Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China menyampaikan kecaman terhadap serangan kelompok Houthi yang menyasar sejumlah bandara dan fasilitas energi di Arab Saudi. Beijing juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut menahan diri agar ketegangan tidak semakin meluas di kawasan.

Dilansir dari AFP, Selasa, 13 Oktober 2026, Serangkaian serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026 dan Minggu, 11 Oktober 2026 dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang. Kelompok bersenjata yang berbasis di Yaman dan mendapat dukungan Iran itu telah mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan keprihatinan Beijing atas meningkatnya konflik yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

"China mengecam serangan-serangan yang menyebabkan banyak korban jiwa dan menyampaikan kekhawatiran mendalam atas eskalasi konflik ini," kata Mao Ning.

Beijing turut menyerukan penyelesaian perselisihan melalui jalur diplomasi untuk mencegah memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

"Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan regional, menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, dan mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan sesegera mungkin," cetus Mao.

Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi mengecam keras serangan terhadap bandara di Riyadh. Koalisi tersebut menyebut insiden itu sebagai "serangan teroris pengecut yang dilakukan oleh milisi teroris Houthi".

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menegaskan bahwa penyerangan terhadap fasilitas sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum perang.

Baca Juga: China Perketat Aturan Mobil Baru, Kursi Zero-Gravity dan Layar Lipat Terancam Dibatasi

Dia menyatakan serangan yang menyasar fasilitas sipil tersebut "merupakan kejahatan perang sepenuhnya". Al-Maliki juga menegaskan bahwa Saudi "akan memberikan respons tegas terhadap serangan teroris ini".

Serangan terbaru tersebut menandai peningkatan ketegangan dalam konflik Yaman yang telah berlangsung bertahun-tahun. Arab Saudi selama ini memberikan dukungan militer kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi kelompok Houthi.

Di tengah pertempuran melawan pasukan pemerintah Yaman, Houthi juga meningkatkan serangan ke wilayah Arab Saudi. Salah satu sasaran mereka adalah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang menjadi salah satu pintu masuk bagi jemaah umrah.

Selain bandara di Riyadh, laporan koalisi pimpinan Saudi menyebut Bandara Internasional King Fahd di Dammam turut menjadi sasaran serangan pada Minggu, 11 Oktober 2026 malam. Namun, hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden di Dammam.

Serangan Houthi juga dilaporkan menyasar fasilitas minyak serta kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah. Sasaran tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran strategis di kawasan.

Desakan China agar kedua pihak menahan diri muncul ketika serangan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penting berpotensi memperluas konflik. Beijing mendorong agar perselisihan diselesaikan melalui dialog dan negosiasi guna mencegah situasi keamanan regional semakin memburuk.

x|close