Ntvnews.id, Jakarta -Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, mengumumkan bahwa otoritas setempat akan mengerahkan sebanyak 500 personel tentara ke Kota Milan guna meredam aksi kerusuhan yang masih terus berlangsung.
Keputusan pengiriman 500 prajurit militer ini diambil pemerintah untuk "melindungi Milan" pasca-pecahnya gelombang kerusuhan selama dua hari terakhir, yang diwarnai oleh bentrokan antara demonstran dan pihak kepolisian, aksi penjarahan toko-toko, serta perusakan berbagai fasilitas umum.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari kantor berita Sputnik, rencana pengerahan pasukan pengamanan ini dijadwalkan akan segera disahkan secara resmi dalam paket kebijakan keamanan pada rapat kabinet yang digelar Selasa (20/10) ini.
Rangkaian aksi protes berujung ricuh tersebut diketahui telah meluas di berbagai kota di Italia sejak akhir pekan lalu. Kendati demikian, titik kerusuhan dengan tingkat keparahan tertinggi yang disertai aksi vandalisme serta penjarahan massal terjadi di kawasan Milan.
Di kota yang terletak di Italia bagian utara tersebut, aparat kepolisian mencatat lebih dari 300 orang telah diamankan, dengan hampir 50 orang di antaranya resmi ditangkap dan ditahan.
Akibat bentrokan hebat yang terjadi di pusat kota, lebih dari 110 personel penegak hukum dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Dampak kerusuhan ini juga menimbulkan kerugian material yang masif bagi para pelaku usaha. Asosiasi bisnis Confcommercio Milano mencatat kerugian di wilayah Milan saja telah menembus angka lebih dari 700.000 euro (atau sekitar Rp14 miliar).
Sementara itu, jika dihitung secara nasional, asosiasi pengusaha Italia Unimpresa memperkirakan total kerugian akibat gelombang kerusuhan tersebut secara keseluruhan mencapai 1,6 juta euro (sekitar Rp32 miliar).
(Sumber: Antara)
Pengunjuk rasa bentrok dengan Polisi saat protes menentang tingginya biaya hidup yang diselenggarakan oleh gerakan Italia in Piazza, di Piazza Duomo di Milan, Minggu (18/10/2026). (Antara)