LIVE Breaking News: Sidang PK 6 Terpidana Kasus Vina, Susno Duadji: Scientific Crime Investigation Lebih Berharga dari 100 Saksi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2024, 17:41
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Susno Duadji dihadirkan sebagai saksi ahli dalam lanjutan sidang peninjauan kembali (PK) enam terpidana kasus Vina dan Eky di Pengadilan Negeri Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 18 September 2024. Susno Duadji dihadirkan sebagai saksi ahli dalam lanjutan sidang peninjauan kembali (PK) enam terpidana kasus Vina dan Eky di Pengadilan Negeri Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 18 September 2024.

Ntvnews.id, Jakarta - Eks Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri (2008-2009) Komjen Pol. (Purn) Susno Duadji menekankan pentingnya pengusutan perkara dengan scientific crime investigation.

Hal itu disampaikan Susno dalam sidang lanjutan peninjauan kembali (PK) enam terpidana kasus kematian Vina dan kekasihnya Muhammad Rizky (Eky) sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 18 September 2024.

"Alat bukti yang tidak bisa dibantah, yang sulit sekali sampai dengan saat ini adalah scientific crime investigation. Lebih berharga daripada 100 saksi, lebih berharga daripada keterangan ahli," ujar Susno, seperti diberitakan Nusantara TV dalam program Breaking News, Rabu (18/9/2024).

"Karena apa? HP misalnya. Di HP itu bisa memberitahukan posisi saya pada jam berapa, dan saya berada dimana. Kemudian dari HP itu bisa terekam pembicaraan, dari HP itu bisa terekam komunikasi tertulis, jadi sulit membantah itu," tambahnya.

Hal itu, kata dia, sama dengan bukti CCTV yang juga sulit untuk dibantah. "Saya mengatakan, 'wah saya enggak berada di TKP, saya waktu itu berada di Semarang. Tapi CCTV berbicara, ini gambar siapa? Dan CCTV itu menunjukkan waktu, detik ke detik, jadi sangat sulit untuk dibantah," imbuh Susno.

Baca Juga: LIVE Breaking News: Sidang PK 6 Terpidana Kasus Vina, Susno Duadji Ingatkan Tidak Semua Anggota Polri Boleh Menangkap

Dia menilai sangat rugi jika dalam pengungkapan perkara tidak menggunakan pendekatan scientific crime investigation.

Halaman
x|close