Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk yang diduga dilakukan oleh seorang oknum ASN di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara.
“Kami sangat prihatin dan tidak dapat menerima tindakan kekerasan ini, serta sangat menyesalkan sikap tidak manusiawi dari ASN perempuan yang diduga menganiaya anak tirinya,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian PPPA, Margareth Robin Korwa, Rabu 12 Febuari 2025.
Baca Juga : KPPPA: Adiksi Judi Kepala Keluarga Buat Perempuan dan Anak Rentan Terdampak
Kementerian PPPA juga mendesak agar kasus ini diselidiki hingga tuntas, karena bertentangan dengan Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
"Pelaku telah diperiksa oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumut, namun terkesan mendapat perlindungan.
Hal ini tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 yang mengatur tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bertujuan untuk menciptakan PNS yang berintegritas, profesional, dan akuntabel," tambah Margareth.
Kementerian PPPA juga mendesak agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Inspektorat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi Sumut.