Kemlu Masih Terima Pengaduan WNI di Myawaddy

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mar 2025, 13:56
thumbnail-author
Katherine Talahatu
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, bersama Direktur Jenderal Pelindungan P2MI, Rinardi, saat memberikan keterangan kepada media di Bandara Soekarno-Hatta. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, bersama Direktur Jenderal Pelindungan P2MI, Rinardi, saat memberikan keterangan kepada media di Bandara Soekarno-Hatta. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (PWNI Kemlu) RI, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa sudah tidak ada lagi WNI yang tinggal di penampungan di Myawaddy untuk saat ini. 

Namun, ia menambahkan bahwa pengaduan terkait WNI yang masih terjebak di perusahaan online scam di berbagai lokasi di Myawaddy terus diterima oleh pihaknya

"Untuk saat ini sudah tidak ada WNI yang berada di penampungan di Myawaddy. Namun, kami masih terus menerima pengaduan dari WNI yang masih berada di perusahaan online scam di berbagai lokasi di Myawaddy," kata Judha melalui keterangan tertulis pada Jumat, 21 Maret 2025. 

Baca juga: Kemlu Berhasil Pulangkan 554 WNI Terduga Korban TPPO Online Scam dari Myanmar

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah berhasil mengevakuasi total 569 WNI korban online scam dari Myawaddy, Myanmar, pada Senin,17 dan Selasa, 18 Maret 2025.

Sementara itu, Koordinator Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Yuni Rohani, mengungkapkan bahwa masih ada lima WNI yang hingga kini berada di Myawaddy, Myanmar.  

"Yang benar-benar terdeteksi oleh kami itu ada 5 orang. Masih di dalam perusahaan," kata Yuni.

Yuni menjelaskan bahwa lima WNI tersebut tidak dapat dievakuasi karena saat proses penyelamatan, mereka disembunyikan oleh perusahaan sehingga tentara lokal tidak berhasil mengevakuasi mereka.

Ia juga menambahkan bahwa SBMI telah melaporkan keberadaan kelima WNI tersebut kepada Kantor Staf Presiden (KSP).

"Cuma untuk menyampaikan keseluruhan, saya masih menunggu data dari pemerintah untuk data fix yang sudah dipulangkan itu nama-namanya siapa saja," kata dia.

(Sumber: Antara) 

x|close