Ntvnews.id, Jakarta - Perusahaan jasa keuangan multinasional yang bergerak di bidang perbankan, investasi, dan manajemen aset JP Morgan memperkirakan bahwa ekonomi Amerika Seriket (AS) akan memasuki resesi tahun ini.
Hal ini setelah memperhitungkan kemungkinan dampak tarif yang diumumkan minggu ini oleh Presiden Donald Trump.
"Kebijakan AS yang mengganggu telah diakui sebagai risiko terbesar bagi prospek global sepanjang tahun," tulis kepala ekonom JP Morgan Bruce Kasman dalam catatan penelitian kepada klien dikutip dari Newsweek, Sabtu 5 April 2025.
"Oleh karena itu, kami menekankan bahwa kebijakan ini, jika dipertahankan, kemungkinan akan mendorong ekonomi AS dan mungkin global ke dalam resesi tahun ini," sambungnya.
Baca juga: Lalu Lintas Normal, Contraflow Ruas Tol Jagorawi Arah Puncak Dihentikan Siang Ini
Dalam pidatonya "Hari Pembebasan", Trump mengumumkan tarif dasar 10 persen untuk semua impor AS dan tarif timbal balik untuk puluhan negara .
Tarif timbal balik tersebut menargetkan negara-negara yang dianggap melakukan praktik perdagangan tidak adil, dengan tarif setinggi 34 persen untuk Tiongkok, 20 persen untuk Uni Eropa, dan 24 persen untuk Jepang.
Sementara Trump sebelumnya telah bersumpah untuk mengenakan bea masuk yang sama pada negara-negara yang mengenakan tarif pada impor AS.
"Berita terbaru memperkuat ketakutan kami karena kebijakan perdagangan AS ternyata jauh kurang bersahabat dengan bisnis daripada yang kami perkirakan," ungkap Kasman.
Seperti diketahui, Presiden Donald Trump meluncurkan tarif minimum 10 persen untuk sebagian besar barang yang diimpor ke Amerika Serikat dan bea masuk lebih tinggi pada produk dari puluhan negara.
Baca juga: WFA ASN Diperpanjang Sampai 8 April, Menhub Sebut Bisa Urai Arus Balik Lebaran 2025
Dalam hal ini, Indonesia juga menjadi korban perang dagang dengan kenaikan tarif impor 32 persen.
Namun Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang jadi korban.
Trump juga menerapkan tarif impor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Kamboja dengan masing-masing tarif 46 persen, 36 persen, 24 persen, dan 49 persen.