A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Komunikasi Pemerintah Dinilai Lebih Efektif Lewat Peran Seskab Teddy - Ntvnews.id

Komunikasi Pemerintah Dinilai Lebih Efektif Lewat Peran Seskab Teddy

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 22:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Analis komunikasi publik Universitas Dian Nusantara Ferdi Setiawan Analis komunikasi publik Universitas Dian Nusantara Ferdi Setiawan (Istimewa )

Ntvnews.id, Jakarta - Penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera hingga kini masih menyedot perhatian publik serta menjadi sorotan utama sejumlah media massa. Situasi tersebut memicu beragam kritik tajam di media sosial, termasuk dari pegiat media sosial, konten kreator, dan influencer yang menilai adanya ketidaksesuaian antara informasi pemerintah dan kondisi di lapangan.

Selain itu, masih beredarnya informasi bohong atau hoaks di media sosial dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan, baik bagi warga terdampak bencana maupun masyarakat luas.

Analis komunikasi publik Universitas Dian Nusantara Ferdi Setiawan menilai pola komunikasi pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam beberapa waktu terakhir merupakan terobosan signifikan untuk memecah kebuntuan penyampaian informasi penanganan bencana kepada publik.

Ia menilai komunikasi pemerintah pada tahap awal penanganan bencana belum berjalan maksimal, namun kondisi tersebut mulai teratasi dengan kehadiran Sekretaris Kabinet dalam berbagai konferensi pers.

Baca Juga: Pemerintah Kecam Intimidasi dan Teror terhadap Konten Kreator

“Dalam teori komunikasi Two Step Flow, komunikasi massa efektif sering terjadi ketika pesan disampaikan melalui opinion leader kepada publik. Nah sosok Sekretaris Kabinet Teddy karena kedekatannya dengan Presiden, bisa menjadi jembatan pesan yang tepat, sehingga apa yang disampaikannya cenderung lebii mudah diterima oleh publik daripada disampaikan oleh berbagai kementerian dan lembaga yang terfragmentasi,” ujar Ferdi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Ferdi menilai dalam sejumlah kesempatan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menunjukkan sikap yang lebih percaya diri dan lugas dalam menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana banjir di Aceh dan Sumatra, baik melalui konferensi pers gabungan maupun pernyataan singkat kepada media.

Ia mencontohkan penyampaian data konkret, seperti penyerahan 12 helikopter untuk proses evakuasi, penyambungan jembatan darurat, serta pemulihan sekitar 80 persen layanan rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak.

Menurut Ferdi, langkah tersebut menjadi bukti adanya upaya optimalisasi peran komunikator pemerintah dalam menghadapi tantangan krisis komunikasi, khususnya pada situasi kebencanaan.

Baca Juga: BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh dan Sumatera

“Komunikasi pemerintah dan keterbukaan informasi publik bukan sekadar pelengkap kebijakan penanggulangan bencana, melainkan menjadi faktor kunci penyelamat nyawa, pemulih kepercayaan publik, dan penguat ketahanan sosial. Inilah yang harus disadari oleh stake holder terkait agar distribusi informasi bisa lebih optimal, tidak hanya cepat dan tepat sasaran, namun juga berbasis data yang kuat sehingga tidak membingungkan persepsi masyarakat,” tegas Ferdi.

Memasuki tahun 2026, Ferdi menilai optimisme perlu dibangun secara realistis dan terukur. Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah di Aceh dan Sumatra dapat menjadikan komunikasi kebencanaan sebagai strategi utama, bukan sekadar aktivitas insidental.

“Informasi bencana tidak cukup disampaikan saat krisis, tetapi akan lebih baik dan optimal jika disampaikan secara berkala, faktual dan terbuka. Terlebih di era digital, komunikasi pemerintah harus semakin masif dan terpadu, baik melalui website resmi, media sosial pemerintah, media massa sebagaimana semangat Keterbukaan Informasi Publik dalam UU No.14 Tahun 2008,” tegas dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara tersebut.

Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membangun harapan dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, perubahan paradigma komunikasi pemerintah diperlukan, dari sekadar menyampaikan informasi menjadi upaya mengelola kepercayaan publik secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Ferdi menilai para komunikator pemerintah, juru bicara, humas, dan pejabat publik perlu tampil lebih empatik, transparan, dan konsisten dalam setiap penyampaian informasi kepada masyarakat.

x|close