Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia memperkuat berbagai langkah strategis untuk meredam kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Papua sepanjang tahun 2025. Aksi kekerasan tersebut tercatat telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan luka, sehingga menjadi perhatian serius aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat.
Berdasarkan data Polri per Rabu, 31 Desember 2025, jumlah korban kekerasan KKB sepanjang 2025 mencapai 186 orang. Dari jumlah tersebut, 79 orang meninggal dunia, sementara 107 orang lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia terdiri atas 15 personel TNI-Polri dan 64 warga sipil, sedangkan korban luka meliputi 43 personel TNI-Polri serta 64 warga sipil.
Polri mencatat sejumlah bentuk kekerasan yang dilakukan KKB, antara lain penembakan, perusakan fasilitas umum, penganiayaan, hingga pembunuhan. Aksi-aksi tersebut terjadi di sejumlah wilayah yang dikategorikan rawan, seperti Intan Jaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Puncak, Nduga, dan Yahukimo.
Baca Juga: Kaops Ungkap Sekitar 100 Pemuda Yahukimo Direkrut Jadi Anggota KKB
Untuk menekan eskalasi kekerasan, kepolisian mengedepankan berbagai langkah penanganan terpadu. Salah satunya melalui pelaksanaan operasi keamanan terpadu Satgas Operasi Damai Cartenz yang difokuskan pada upaya penegakan hukum terhadap pelaku dan jaringan pendukung KKB. Selain itu, Polri meningkatkan patroli di wilayah rawan, khususnya di daerah Yahukimo, guna mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.
Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam strategi penanganan. Kepolisian bekerja sama dengan pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, serta tokoh agama untuk membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat setempat, sebagai upaya mencegah konflik berulang dan memperkuat keamanan berbasis komunitas.
Dalam lima tahun terakhir, tren korban jiwa akibat kekerasan KKB menunjukkan fluktuasi. Data Satgas Operasi Damai Cartenz mencatat pada tahun 2021 terdapat 34 korban jiwa, meningkat menjadi 53 orang pada 2022, kemudian 60 orang pada 2023, menurun menjadi 46 orang pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 79 orang pada 2025.
Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Patrige Renwarin menegaskan bahwa ancaman KKB masih menjadi tantangan serius bagi keamanan di Papua. “KKB masih menjadi ancaman bagi keamanan di Tanah Papua. Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam mendukung pendekatan humanis.”
Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Jaringan Aibon Kogoya di Nabire
Berikut Infografiknya:
Kepolisian memperkuat langkah dalam meredam kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di tanah Papua yang menyebabkan puluhan orang gugur sepanjang 2025. (Antara)
Kepolisian memperkuat langkah dalam meredam kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di tanah Papua yang menyebabkan puluhan orang gugur sepanjang 2025. (Antara)