Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kritikan dalam komedi Pandji Pragiwaksono yang menyentil warga Jawa Barat memiliki kecenderungan memilih pemimpin yang populer, seperti Deddy Mizwar, Dede Yusuf, dan Dedi Mulyadi.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi terlihat bereaksi dan mengunggah video yang menyebut mengapresiasi kritikan Pandji dan mengaku sebagai penggemar komedinya.
"Saya yang dianggap gubernur YouTuber, saya ngga boleh puji saya baik apa ngga dalam memimpin. Begini saja, Pandji datang ke Jawa Barat, keliling, lewati jalan-jalan provinsi. Kemudian keliling ke daerah di berbagai daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat, saya membangunnya benar apa ngga. Apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan. Kita sama-sama lihat bagaimana hasil di lapangan," kata Dedi Mulyadi, 5 Januari 2026.
Materi komedi yang disampaikan di Mens Rea dan ditayangkan di Netflix tersebut, berhasil menyedot perhatian banyak publik lantaran banyak mengkritik kinerja pemerintah di Indonesia dan mengangkat tema budaya hukum Indonesia dan berbagai keabsurdan kehidupan sehari-hari dalam stand-up satire politik ini.
"Terus berkarya melakukan otokritik yang terbuka karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, pikiran, dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka," sambung Dedi Mulyadi.
Dalam satu cerita, Pandji menyebut Jawa Barat menjadi masalah terbesar di Indonesia. Di mana masyarakat memiliki kecenderungan memilih pemimpin yang populer.
"Orang sunda senang memilih artis. Gubernur mereka waktu itu artis film, Deddy Mizwar, wakilnya Dede Yusuf. Sekarang gubernurnya dedi Mulyadi artis YouTube," kata Pandji saat membawakan materi komedinya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/Ricky Prayoga) (Antara)