Ntvnews.id, Jakarta - Istilah Super Flu belakangan menjadi perhatian publik. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan tentang kemunculan influenza A(H3N2) subclade K tersebut.
Super Flu sendiri merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K.
Penyakit ini dijuluki “super” bukan karena tingkat keganasannya, melainkan karena laju penyebarannya yang relatif lebih cepat dibandingkan varian influenza musiman lainnya.
"Super flu yaitu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Disebut “SuperFlu” karena penyebarannya yang relatif lebih cepat," kata Ani dalam keterangannya, dikutip Senin, 5 Januari 2026.
Baca Juga: Super Flu Subclade K Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
Arsip foto - Seorang tenaga kesehatan memberikan suntikan vaksin flu kepada seorang warga lokal di Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu 17 Desember 2022. ANTARA/Xinhua/str/aa. (Antara)
Aktivitas penularan virus ini mulai menunjukkan peningkatan secara global sejak Agustus 2025. Meski begitu, berdasarkan data epidemiologi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum ditemukan indikasi adanya peningkatan tingkat keparahan penyakit akibat varian ini.
Meski belum tergolong berbahaya, warga Jakarta tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tingginya mobilitas penduduk pasca libur Natal dan Tahun Baru, ditambah dengan masuknya musim penghujan, berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit ISPA, termasuk Super Flu.
"Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatannya," tutup Ani.
Baca Juga: Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Dominan Serang Anak dan Perempuan
Pramono dan Ani Ruspitawati (NTVNews.id/ Adiansyah)