Pemprov DKI: Belum Ada Temuan Super Flu di Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 10:44
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Rusputiwati Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Rusputiwati (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di Jakarta, meskipun virus influenza tersebut dilaporkan telah beredar di sejumlah wilayah Indonesia sejak Agustus 2025.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai bentuk klarifikasi sekaligus penguatan informasi kepada masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan dan laporan terkini, Jakarta masih bebas dari temuan Super Flu.

“Sampai sekarang belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Ani dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, 5 Januari 2026.

Ani menjelaskan, Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Istilah “Super Flu” digunakan karena laju penularannya yang relatif lebih cepat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.

Baca Juga: Menkes Sebut Influenza A Flu Biasa: Gak Usah Khawatir

Ilustrasi virus HMPV <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi virus HMPV (Pixabay)

Baca Juga: Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Dominan Serang Anak dan Perempuan

“Super Flu adalah ISPA akibat virus Influenza A H3N2 Subclade K. Disebut ‘Super’ karena kemampuan penyebarannya yang lebih cepat,” terangnya.

Menurut Ani, peningkatan aktivitas penularan virus ini telah terpantau secara global sejak Agustus 2025. Meski demikian, tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan penyakit berdasarkan laporan epidemiologi terbaru.

Hal ini sejalan dengan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 1 Januari 2026. Dari hasil tersebut diketahui bahwa Super Flu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025 dan terdeteksi di delapan provinsi, yakni; Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meski belum ada kasus yang ditemukan di Jakarta, Pemprov DKI mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Tingginya mobilitas warga pascalibur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, ditambah dengan kondisi musim hujan, dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit ISPA.

x|close