Airlangga, Purbaya, Bahlil, hingga Rosan Hadir ke Istana Buat Rapat Terbatas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 17:44
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Keempat pejabat tersebut tiba secara bergantian di Istana Kepresidenan Jakarta sejak sekitar pukul 15.30 WIB. Sejumlah menteri, di antaranya Bahlil Lahadalia dan Rosan Perkasa Roeslani, langsung memasuki area Istana tanpa memberikan keterangan kepada wartawan terkait agenda rapat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hanya menyampaikan bahwa dirinya diundang untuk mengikuti rapat tersebut.

“(Belum ada yang ingin dilaporkan, red.), saya diundang (rapat),” kata Menteri Keuangan Purbaya menjawab pertanyaan wartawan setibanya di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin sore.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Usai Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang

Purbaya mengatakan penjelasan terkait materi rapat akan disampaikan setelah pertemuan selesai. “Nanti mungkin abis rapat ya,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga tidak mengungkapkan agenda rapat yang dipimpin Presiden Prabowo. Namun, ia menanggapi sejumlah isu lain, termasuk dinamika global setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan khusus militer Amerika Serikat.

Menurut Airlangga, Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan kondisi perekonomian global pascainsiden tersebut, khususnya yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

“Itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi, harga minyak kita monitor kalau 1–2 hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi, dan harga minyak relatif masih rendah kan, sekitar 63 dolar (AS) per barel,” kata Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Airlangga menyampaikan bahwa sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Venezuela yang telah dibuat sebelumnya perlu dikaji ulang menyusul perubahan situasi politik di negara tersebut.

Baca Juga: Rosan Lapor ke Prabowo Soal 5 Proyek Hilirisasi Danantara Senilai Rp100 T

“Ya tentunya ada perubahan ya dengan perubahan yang terjadi kemarin itu, karena pemerintahannya kan berganti,” ujar Airlangga.

Di lokasi yang sama pada waktu berbeda, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menanggapi situasi global pascainsiden penangkapan Presiden Venezuela tersebut. Ia mengatakan pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan posisi Indonesia tetap kuat.

“Jadi, begini, artinya, kita mesti selalu menjaga kekuatan kita,” kata Purbaya.

Ia juga menyoroti dinamika hukum internasional yang berkembang belakangan ini. “Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi, kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa getaway (menghindar, red.) dari pengawasan PBB,” ujar Purbaya merespons situasi di Venezuela.

 

(Sumber : Antara)

HIGHLIGHT

x|close