Ntvnews.id, Riyadh - Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan ke wilayah al-Dhale, Yaman, yang berada di bawah kendali kelompok separatis. Aksi militer ini terjadi setelah pemimpin separatis Yaman, Aidaros Alzubidi, tidak menghadiri perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi.
Dilansir dari AFP, Kamis, 8 Januari 2026, koalisi tersebut sebelumnya telah memberikan ultimatum kepada Aidaros Alzubidi agar datang ke Riyadh dalam waktu 48 jam untuk melakukan pembahasan. Ultimatum itu dikeluarkan setelah Dewan Transisi Selatan (STC) yang dipimpin Alzubidi berhasil merebut sebagian besar wilayah Yaman pada bulan lalu.
Meski demikian, wilayah-wilayah tersebut dilaporkan berhasil direbut kembali oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi bersama pasukan sekutu pemerintah Yaman dalam beberapa hari terakhir. Alzubidi disebut gagal menaiki pesawat menuju Riyadh. Koalisi Saudi menuduh Alzubidi mengerahkan "pasukan besar".
Baca Juga: Arab Saudi-Yaman Memanas
Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, yang memegang kewenangan eksekutif dan terdiri dari tokoh-tokoh yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi dua pihak yang memiliki kepentingan bersaing kemudian mengumumkan pemecatan terhadap Alzubidi. Ia dituding melakukan pengkhianatan tingkat tinggi.
Ketegangan antar faksi yang saling bersaing di Yaman memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik. Kota Aden, yang merupakan kota terbesar kedua di Yaman dan diklaim STC sebagai lokasi keberadaan pemimpinnya, dikhawatirkan terseret dalam pusaran kekerasan.
Arsip foto - Orang-orang mencari korban yang masih hidup di sebuah penjara yang hancur akibat serangan udara di Saada, Yaman, Sabtu 22 Januari 2022. ANTARA FOTO/Xinhua/Mohammed Mohammed/rwa. (Antara)
Perkembangan militer STC dan respons keras Arab Saudi juga memperburuk hubungan dengan Uni Emirat Arab, negara produsen minyak yang menjadi kekuatan politik pesaing di Yaman.
Sebelumnya diberitakan, konflik antara koalisi Arab Saudi dan kelompok separatis Yaman yang didukung UEA semakin memanas. Kelompok separatis sempat merebut wilayah luas di Yaman bulan lalu, termasuk sebagian besar Provinsi Hadramawt yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi, serta memukul mundur pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh.
Namun, pada pekan lalu, serangkaian serangan udara oleh koalisi pimpinan Arab Saudi yang disertai operasi darat balasan berhasil memukul mundur pasukan separatis dari wilayah tersebut.
Tangkapan layar menunjukkan kebakaran akibat serangan udara oleh jet tempur Arab Saudi di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, Yaman, 30 Desember 2025. (ANTARA/Xinhua/Stringer/aa) (Antara)