BGN Jelaskan SPPG di Sampang Sempat Berhenti karena Pergantian PPK

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 14:22
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang berbincang dengan salah seorang siswa di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026 di hari pertama MBG tahun 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang berbincang dengan salah seorang siswa di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026 di hari pertama MBG tahun 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara )

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan bahwa tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sempat berhenti beroperasi akibat pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bukan karena kekurangan modal atau anggaran.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 yang kembali bergulir di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026, menepis anggapan bahwa penghentian sementara operasional SPPG tersebut disebabkan keterbatasan dana dari BGN.

“Jangankan di Madura, yang lain juga ya (sempat berhenti operasional), jadi kalau itu lebih ke masalah teknis. Jadi itu enggak ada (akibat kurang modal), uangnya ada kok, buktinya sekarang bisa jalan lebih besar lagi, jadi waktu itu ada pergantian petugas, namanya PPK, ini masalah teknis,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kendala tersebut juga dipengaruhi persoalan teknis di bidang keuangan, khususnya keterlambatan pengajuan proposal oleh pihak SPPG yang berdampak pada keterlambatan pencairan dana.

Baca Juga: MBG Perdana 2026 Digelar, BGN Tegaskan Guru Wajib Jadi Penerima

“Jadi masalah teknis di keuangan, sehingga ada keterlambatan pengiriman. Keterlambatan itu mengapa bisa terjadi? Karena anak-anak SPPG ini kalau mau minta uang itu harus mengirim proposal, nah, ada yang karena proposalnya telat. Begitu telat satu hari, dia bisa terlambatnya 10 hari. Mengapa? Karena dikirimnya per 10 hari sekali,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Sudarmanto, menyampaikan bahwa tujuh SPPG di daerah tersebut berhenti beroperasi atau tidak menyalurkan makanan ke sekolah-sekolah sasaran.

"Jumlah SPPG yang berhenti beroperasi ini sesuai dengan laporan tim Satgas MBG di lapangan yang kami terima hari ini," katanya dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Sampang, Jawa Timur, Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga: BGN Alihkan 341 SPPG Jadi Dapur Darurat Saat Bencana Akhir 2025

Ia menjelaskan bahwa sejak program MBG dicanangkan, total terdapat 81 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sampang. Namun, hingga Selasa, 6 Januari 2026, jumlah SPPG yang masih aktif tercatat sebanyak 74 unit.

Sudarmanto menuturkan tujuh SPPG tersebut menghentikan operasional karena keterbatasan modal akibat anggaran dari BGN yang belum cair.

"Kami dari Satgas MBG Pemkab Sampang telah menyampaikan ke sekolah-sekolah yang menjadi sasaran distribusi MBG tujuh SPPG yang menyatakan berhenti, karena kekurangan dana," katanya.

(Sumber: Antara) 

x|close