Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan pemerintah tengah membangun 500 peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan susu, salah satunya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Susunya memang banyak, kan kebutuhannya banyak, sekarang lagi dibangun, pemerintah kan sekarang lagi bangun 500 peternakan,” kata Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang saat meninjau pemberian MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Pernyataan Nanik disampaikan untuk menanggapi kelangkaan susu Ultra High Temperature (UHT) yang mulai terasa di masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemberian susu harus menggunakan produk dalam negeri, bukan impor.
“Untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menggunakan produk impor, utamakan produk dari dalam negeri,” ujar dia.
Baca Juga: Pesan Presiden soal MBG, BGN Diminta Fokus Kualitas Bukan Sekadar Target
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana meminta SPPG tidak memaksakan pemberian susu dalam menu MBG apabila tidak terdapat sumber lokal yang memadai.
Dalam peninjauannya ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 8 Januari 2026, Dadan menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta SPPG untuk lebih mengutamakan penggunaan produk segar, termasuk produk susu, bagi para penerima manfaat MBG.
"Untuk daerah-daerah yang ada sapi perahnya kami izinkan mereka memberikan susunya, tetapi bagi mereka yang jauh sapi perahnya dan belum ada, saya kira tidak perlu dipaksakan menggunakan susu. Bisa diganti dengan sumber kalsium lainnya," kata Dadan.
Ia menegaskan bahwa BGN tidak mengizinkan penggunaan produk impor untuk implementasi MBG, yang menyasar ibu hamil dan menyusui, balita, serta anak-anak sekolah.
Baca Juga: Di Panen Raya, Prabowo: Waktu Saya Datang, Banyak Rakyat Teriak Desanya Belum Terima MBG
(Sumber: Antara)
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang berbincang dengan salah satu siswa SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026 pada penyaluran MBG hari pertama di sekolah tahun 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)