A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Pemimpin Separatis Yaman Dilaporkan Kabur ke UEA - Ntvnews.id

Pemimpin Separatis Yaman Dilaporkan Kabur ke UEA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Orang-orang mencari korban yang masih hidup di sebuah penjara yang hancur akibat serangan udara di Saada, Yaman, Sabtu 22 Januari 2022. ANTARA FOTO/Xinhua/Mohammed Mohammed/rwa. Arsip foto - Orang-orang mencari korban yang masih hidup di sebuah penjara yang hancur akibat serangan udara di Saada, Yaman, Sabtu 22 Januari 2022. ANTARA FOTO/Xinhua/Mohammed Mohammed/rwa. (Antara)

Ntvnews.id, Abu Dhabi - Pemimpin separatis Yaman, Aidaros Alzubidi, dilaporkan melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA) setelah tidak menghadiri perundingan di Riyadh, Arab Saudi. Kepergiannya terjadi di tengah upaya kelompok separatis yang dipimpinnya untuk menguasai sebagian besar wilayah Yaman.

Alzubidi kemudian dituding melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan dicopot dari keanggotaan Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman. Menyusul ketidakhadirannya dalam pembicaraan di Riyadh pekan ini, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke provinsi asal Alzubidi di Yaman.

Dilanir dari AFP, Jumat, 9 Januari 2026, pelarian Alzubidi ke UEA diungkapkan langsung oleh koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan resmi. Disebutkan bahwa Alzubidi meninggalkan Aden, Yaman, dengan menggunakan kapal dan pesawat menuju Abu Dhabi, UEA, melalui wilayah Somaliland dan Somalia.

Baca Juga: Dulu Bocor dan Berdesakan, Kini Siswa SMP di Garut Belajar Lebih Nyaman

"Intelijen yang dapat diandalkan menunjukkan bahwa Aidaros Alzubidi dan beberapa orang lainnya telah melarikan diri pada tengah malam," sebut koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan pada Kamis, 8 Januari 2026 waktu setempat.

Koalisi tersebut menjelaskan bahwa Alzubidi, yang juga memimpin Dewan Transisi Selatan (STC) dan mendapat dukungan UEA, berlayar dari Aden menuju Berbera di Somaliland, wilayah yang memisahkan diri di kawasan Tanduk Afrika, setelah tengah malam Rabu, 7 Januari 2026 waktu setempat.

Selanjutnya, Alzubidi dilaporkan terbang menggunakan pesawat buatan Rusia jenis Ilyushin menuju Mogadishu "di bawah pengawasan pejabat UEA", sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara militer di Abu Dhabi dan tiba pada Rabu malam waktu setempat.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas UEA terkait laporan tersebut.

Sebulan sebelumnya, STC yang dipimpin Alzubidi melancarkan serangkaian serangan yang kembali mengguncang Yaman, negara termiskin di Semenanjung Arab yang telah lama terpecah akibat konflik berkepanjangan.

Tangkapan layar menunjukkan kebakaran akibat serangan udara oleh jet tempur Arab Saudi di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, Yaman, 30 Desember 2025. (ANTARA/Xinhua/Stringer/aa) <b>(Antara)</b> Tangkapan layar menunjukkan kebakaran akibat serangan udara oleh jet tempur Arab Saudi di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, Yaman, 30 Desember 2025. (ANTARA/Xinhua/Stringer/aa) (Antara)

Kelompok STC yang didukung UEA itu berupaya menghidupkan kembali kemerdekaan Yaman Selatan, mengingat wilayah tersebut pernah terpisah secara resmi dari Yaman Utara pada periode 1967 hingga 1990.

Serangan udara koalisi pimpinan Saudi yang melibatkan sejumlah jet tempur ke sasaran-sasaran STC di Yaman memicu jatuhnya banyak korban. Setelah serangan tersebut, Alzubidi bahkan mengumumkan masa transisi selama dua tahun menuju kemerdekaan, termasuk rencana pelaksanaan referendum.

Baca Juga: Serangan Udara Saudi di Yaman Picu Eskalasi Baru Konflik Kawasan

Konflik melawan STC ini sekaligus menyingkap keretakan serius antara Arab Saudi dan UEA, dua sekutu Teluk yang sebelumnya bersama-sama memerangi kelompok pemberontak Houthi dukungan Iran di Yaman.

Saat ini, baik Saudi maupun UEA justru berada di posisi mendukung faksi-faksi yang saling bersaing dalam pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

x|close