A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

KKP Petakan 30 Ribu Hektare Tambak Budidaya di Aceh Rusak Akibat Banjir - Ntvnews.id

KKP Petakan 30 Ribu Hektare Tambak Budidaya di Aceh Rusak Akibat Banjir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 15:45
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kedua kanan) meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kabupaten Bireun, Aceh, Jumat 9 Januari 2026. ANTARA/HO-KKP. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kedua kanan) meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kabupaten Bireun, Aceh, Jumat 9 Januari 2026. ANTARA/HO-KKP. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya perikanan di Provinsi Aceh mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda sejumlah daerah di wilayah tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambak terdampak banjir di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara pada Jumat, menyampaikan bahwa kerusakan tambak tercatat terjadi di 16 kabupaten dan kota di Aceh.

Ia menjelaskan, Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan dampak paling besar, dengan luas tambak rusak mencapai lebih dari 10 ribu hektare. Selanjutnya, Kabupaten Bireuen mencatat kerusakan sekitar 4,9 ribu hektare, sementara Kabupaten Aceh Tamiang terdampak seluas 3,4 ribu hektare.

Trenggono menuturkan tingkat kerusakan tambak beragam, mulai dari kategori ringan hingga sangat berat, dan menyebabkan lebih dari 30 ribu pembudidaya perikanan mengalami kerugian.

“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat,” kata Trenggono dalam keterangan pers KKP.

Baca Juga: KKP Mulai Revitalisasi Tambak Pantura Jawa di 4 Kabupaten

Ia menambahkan, tambak-tambak yang terdampak banjir tersebut berada di kawasan daratan maupun pesisir. Adapun komoditas yang dibudidayakan meliputi udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, ikan mas, hingga patin.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menyampaikan temuan serupa saat meninjau lokasi budidaya perikanan yang terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis 8 Januari 2026. Ia menyebutkan luas tambak yang mengalami kerusakan dilaporkan mencapai sekitar 30 ribu hektare.

KKP mencatat, banjir besar yang disertai longsor beberapa waktu lalu berdampak pada hampir seluruh wilayah Aceh, mengakibatkan kerusakan tambak dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Sebagian tambak bahkan dilaporkan mengalami kerusakan sangat parah hingga rata dengan tanah akibat tertutup lumpur yang terbawa arus banjir.

(Sumber: Antara)

x|close