A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Proyek MRT Glodok–Kota Dimulai 10 Januari 2026, Ini Pengalihan Lalu Lintasnya - Ntvnews.id

Proyek MRT Glodok–Kota Dimulai 10 Januari 2026, Ini Pengalihan Lalu Lintasnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 15:36
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Terowongan di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen Glodok-Kota (CP 203), Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026. ANTARA/HO-PT MRT Jakarta (Perseroda). Terowongan di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen Glodok-Kota (CP 203), Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026. ANTARA/HO-PT MRT Jakarta (Perseroda). (Antara)

Ntvnews.id, JakartaRekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen GlodokKota (CP 203) mulai diberlakukan pada 10 Januari 2026. Pengaturan lalu lintas ini dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor pelaksana Sumitomo Mitsui Construction Company–Hutama Karya Joint Operation (SMCC–HK JO).

"Rekayasa ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.

PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan selama proses konstruksi berlangsung. Perusahaan juga mengharapkan dukungan serta kerja sama masyarakat agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Selain itu, MRT Jakarta memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas dengan pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum di sekitar area pekerjaan.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," imbau Rendy.

Baca Juga: Proyek MRT Fase 2A, Rekayasa Lalin di Harmoni–Mangga Besar Berlaku hingga Agustus 2026

Rekayasa lalu lintas diterapkan di dua lokasi utama, yakni Stasiun Kota dan Stasiun Glodok, dengan pengaturan sebagai berikut:

A. Area Stasiun Kota (Tahap 7)
Periode: 10 Januari hingga 15 Juli 2026

Area konstruksi berada di sekitar persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka. Pekerjaan mencakup pembangunan struktur bawah tanah stasiun serta pintu masuk (entrance), yang akan dilanjutkan dengan pekerjaan arsitektur dan mekanikal, elektrikal, serta plumbing (MEP).

Rekayasa lalu lintas diberlakukan dua arah. Penggunaan badan jalan di sisi utara Jalan Pintu Besar Selatan yang sebelumnya berada di sisi barat dialihkan ke sisi timur, dengan konfigurasi satu lajur ke arah selatan dan satu lajur ke arah utara. Pengaturan ini hanya diperuntukkan bagi bus Transjakarta, penghuni, serta konsumen toko di Jalan Pintu Besar Selatan. Namun, apabila terjadi kepadatan lalu lintas, khususnya di Jalan Pancoran, ruas Jalan Pintu Besar Selatan dapat dibuka untuk umum secara situasional.

Sementara itu, sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap difungsikan secara terbatas bagi kendaraan kecil milik penghuni dan pengunjung toko, dengan arus dari selatan ke utara.

Di persimpangan Jalan Asemka, khususnya pada lintas atas (fly over) menuju Jalan Jembatan Batu, terjadi penyempitan akibat area pekerjaan. Konfigurasi jalan yang semula memiliki tiga lajur dari arah barat akan menjadi dua lajur di area persimpangan. Penyempitan serupa juga terjadi pada lintas atas dari arah Jalan Jembatan Batu menuju Jalan Asemka, dengan pergeseran laju kendaraan sedikit ke arah kanan median jalan.

B. Area Stasiun Glodok (Tahap 3.2)
Periode: 21 September 2025 hingga 13 Juli 2026

Di area pembangunan Stasiun Glodok, manajemen rekayasa lalu lintas tetap menggunakan konfigurasi Tahap 3.2. Lalu lintas dari kedua arah dialihkan melalui Jalan Gajah Mada dengan sistem contraflow.

Stasiun Glodok dan Stasiun Kota merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 203 yang juga mencakup pembangunan terowongan sepanjang 690 meter, dengan total panjang jalur sekitar 1,4 kilometer, membentang dari kawasan Mangga Besar hingga Kota Tua.

Baca Juga: MRT Fatmawati–TMII Akan Terintegrasi Dengan LRT Jabodebek

(Sumber: Antara) 

x|close