Ntvnews.id, Gaza - Sumber medis menyebutkan seorang bayi berusia tujuh hari meninggal dunia pada Sabtu, 10 Desember 2025 di Deir al-Balah, wilayah Jalur Gaza bagian tengah.
Dilansir dari Al Jazeera, Minggu, 11 Januari 2025, bayi tersebut dilaporkan tidak selamat akibat paparan suhu dingin yang sangat ekstrem serta penurunan temperatur yang terjadi secara drastis.
Insiden ini menambah daftar korban jiwa akibat cuaca buruk dan dingin ekstrem yang melanda Jalur Gaza. Hingga kini, jumlah warga yang meninggal dunia karena kondisi cuaca tersebut dilaporkan telah melebihi 15 orang.
Baca Juga: 10 Negara Suarakan Kekhawatiran Atas Memburuknya Kondisi Kemanusiaan di Gaza
Data itu menggambarkan situasi kemanusiaan yang kian mengkhawatirkan di Jalur Gaza. Kelompok paling rentan, seperti anak-anak dan warga yang mengungsi, berada dalam risiko tinggi karena terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat yang rapuh dan tidak mampu memberikan perlindungan memadai dari kerasnya musim dingin.
Di tengah badai, hujan lebat, dan suhu rendah yang berkepanjangan, penduduk Jalur Gaza masih harus bergulat dengan keterbatasan tempat tinggal, minimnya layanan kesehatan, serta kelangkaan bahan bakar untuk kebutuhan pemanas. Kondisi tersebut semakin memperparah penderitaan warga yang telah lama berada dalam situasi krisis.
Ilustrasi - Jalur Gaza luluh lantak setelah diserbu Israel tanpa jeda. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)