Ntvnews.id, Teheran - Pemerintah Iran melaporkan kerusakan besar pada fasilitas sipil di ibu kota akibat konflik yang terus berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyebutkan bahwa lebih dari 61.000 fasilitas sipil mengalami kerusakan.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 18.000 di antaranya merupakan unit hunian dan bangunan komersial. Besarnya angka ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya menyasar objek militer, tetapi juga infrastruktur sipil yang menjadi penopang aktivitas masyarakat sehari-hari di ibu kota.
Selain kerusakan fisik, korban jiwa juga terus bertambah.
Baca Juga: Iran Serang Israel dan Pangkalan AS, Ketegangan Timur Tengah Memuncak
Seorang laki-laki membawa barang-barang yang dicari dari rumah-rumah yang hancur di Teheran, Iran, pada 12 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)
Mohajerani mengungkapkan bahwa sedikitnya 226 perempuan dan 204 anak-anak tewas dalam rangkaian serangan tersebut.
Data ini menyoroti dampak kemanusiaan yang signifikan, terutama bagi kelompok rentan.
Konflik ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Serang Israel dan Pangkalan AS, Ketegangan Timur Tengah Memuncak
Foto yang diabadikan pada 15 Maret 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di sebuah area hunian di Teheran, Iran. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)
Situasi yang terus memanas ini menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan keselamatan warga sipil.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi telah meluas ke berbagai sektor penting, sehingga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di tengah konflik yang belum mereda.
(Sumber: Antara)
Orang-orang duduk di atas reruntuhan gedung-gedung yang hancur di sebuah area perumahan di Teheran, Iran, 15 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antarq)