Macron: Prancis Tak Akan Terlibat Operasi di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 12:49
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa.) Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa Prancis tidak akan terlibat dalam operasi militer untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Prancis yang membahas situasi di Iran dan kawasan sekitarnya.

"Kami bukan pihak yang terlibat konflik tersebut. Oleh karena itu, Prancis tak akan pernah terlibat dalam operasi untuk membuka atau membebaskan Selat Hormuz dalam kondisi saat ini," kata Macron.

Sikap ini sekaligus memperjelas posisi Prancis di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk menjaga kebebasan navigasi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Trump Keluhkan Minimnya Dukungan Sekutu AS untuk Misi Pengawalan di Selat Hormuz

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Macron telah menyampaikan kesiapan untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Bahkan, Washington juga meminta sejumlah negara, termasuk China, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, untuk mengirimkan kapal perang guna mengamankan jalur pelayaran internasional tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada akhir Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil.

Baca Juga: Presiden Prancis Emmanuel Macron Bakal Akui Palestina Sebagai Negara

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Eskalasi konflik ini berdampak serius terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Gangguan tersebut tidak hanya menghentikan lalu lintas kapal, tetapi juga memengaruhi produksi dan ekspor energi dunia, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

(Sumber: Antara)

x|close