Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan panen raya padi nasional diperkirakan berlangsung lebih awal, mulai Februari 2026, dengan proyeksi peningkatan produksi sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Zulhas, percepatan waktu panen tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk memperkuat kesiapan stok beras nasional guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di dalam negeri.
“Kalau dulu panen raya Maret, sekarang Februari sudah mulai, berlanjut Februari, Maret, April, dan produksinya diperkirakan lebih tinggi,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas bidang pangan di Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.
Sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi tersebut, pemerintah menyiapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton yang direncanakan dipertahankan secara berkelanjutan hingga 2029.
Zulhas menjelaskan, peningkatan stok beras nasional membutuhkan dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai, mengingat kapasitas gudang Bulog saat ini masih belum mencukupi untuk menyerap hasil produksi dalam negeri secara optimal.
Baca Juga: Infografik: Indonesia Capai Swasembada Beras 2025
Oleh karena itu, pemerintah berencana menambah sekitar 100 gudang Bulog baru guna menampung stok beras nasional, terutama menjelang dan selama periode panen raya.
"Kita sudah selesaikan substansi untuk Instruksi Presiden (Inpres), kita akan bangun seratus lagi, Bulog ditugaskan untuk bangun gudang untuk menampung," ungkap Zulhas.
Ia menambahkan, pembangunan gudang tersebut akan melibatkan dukungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar proses konstruksi dapat dipercepat dan selesai sesuai kebutuhan operasional.
Selain mengandalkan gudang Bulog, pemerintah juga mendorong pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari jaringan penyimpanan dan distribusi pangan di tingkat lokal.
Zulhas mengatakan koperasi desa dan kelurahan tersebut diharapkan menjadi simpul distribusi sekaligus mendukung penyerapan hasil panen petani di daerah.
“Gudang Bulog kita tambah, dan koperasi desa juga bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari penyimpanan dan distribusi,” ujarnya.
Baca Juga: Swasembada Beras Indonesia Tekan Harga Global hingga 44 Persen, Mentan Soroti Peran Petani
Berdasarkan paparan kementerian terkait, sekitar 26.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih saat ini tengah dalam proses pembangunan sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menargetkan koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang terintegrasi dengan sistem pangan nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pembangunan fisik puluhan ribu koperasi tersebut ditargetkan rampung pada April 2026.
"Sedang dibangun, April ini jadi. Sekarang ini lagi inventarisasi tanah, kemudian ditambah lagi, begitu terus. Kita sekarang sedang melakukan percepatan pengadaan tanahnya," tutur Ferry.
Melalui percepatan panen raya, penguatan cadangan beras, serta penambahan infrastruktur penyimpanan, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga beras dapat semakin terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (ketiga kanan) dalam rapat koordinasi terbatas program nasional bidang pangan di Jakarta, Senin, 12 Januari 2026. ANTARA/Aria Ananda. (Antara)