Ntvnews.id, Banjarbaru – Peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2025, menjadi momen yang membekas bagi para siswa Sekolah Rakyat.
Di antara wajah-wajah penuh antusias itu, kebahagiaan juga terpancar dari Kirana Ali Ajahra, siswi kelas 7B Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Dia mengaku senang untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan Kepala Negara.
Bagi Kirana, kehadiran Prabowo menjadi sebuah pengalaman berharga yang sulit dilupakan. “Senang banget, karena Pak Presiden berkunjung ke sini itu buat kami bahagia banget,” ujar Kirana.
Selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, Kirana merasakan lingkungan yang aman, nyaman, dan jauh dari praktik perundungan. Kebersamaan tumbuh tanpa adanya sekat dan perbedaan latar belakang.
Baca Juga: Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Prabowo Targetkan Sekolah Unggulan di Seluruh Provinsi
“Asik dan menyenangkan, tak ada kata pembulian, tak ada apa-apa gitu di Sekolah Rakyat. Tak ada kata bergerombol satu, kayak kelompok-kelompokan gitu, tak ada. Semuanya berteman mau bagaimana pun orangnya,” tuturnya.
Kirana juga menceritakan kesehariannya sebagai siswa Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem berasrama. Rutinitas yang teratur, perlahan membentuk kedisiplinan dirinya sejak pagi hari.
“Bangun tidurnya pukul 04:00, terus habis bangun tidur itu mandi, habis mandi salat, lalu bersih-bersih kamar. Habis itu siap-siap buat ke sekolah, pas udah siap baru ke kantin. Habis ke kantin langsung ke sekolah untuk belajar,” jelas Kirana.
Siswa Sekolah Rakyat (Istimewa)
Datang dari keluarga sederhana, Kirana memandang Sekolah Rakyat sebagai pintu harapan bagi masa depannya. Ketika ditanya tentang cita-cita, jawabannya sederhana namun penuh makna.
“Mau jadi orang sukses,” ujarnya.
Dalam momen peresmian tersebut, Kirana juga menyampaikan pesan tulus kepada Prabowo agar Sekolah Rakyat terus dilanjutkan karena manfaatnya begitu nyata dirasakan.
Baca Juga: Dugaan Bullying PPDS FK Unsri, Senior Diduga Minta Junior Bayari Dugem hingga Padel
Menurutnya, tanpa kehadiran Sekolah Rakyat, jalan hidup anak yang datang dari keluarga kurang beruntung seperti dirinya, bisa saja berbeda.
“Bapak jangan stop ya. Sekolah Rakyat ini membantu kami yang orang biasa, yang sederhana, yang tidak mampu. Karena saya ini kan anak yatim, dengan adanya Sekolah Rakyat saya bisa melanjutkan sekolah,” kata Kirana.
“Andai saja tak ada Sekolah Rakyat, mungkin saya sudah tak sekolah. Makasih ya Bapak sudah mengadakan Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Siswa Sekolah Rakyat (Istimewa)