510 Mahasiswa STIS Dikirim ke Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 20:13
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pelepasan Petugas PKL Politeknik Statistika STIS Pelepasan Petugas PKL Politeknik Statistika STIS (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) RI mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), BPS mengerahkan 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS untuk terjun langsung ke lapangan melakukan pendataan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara akurat, komprehensif, dan terukur.

Tak hanya mahasiswa, sekitar 50 pegawai dan sivitas akademika sebagai pendamping. Dengan demikian, total personel yang dimobilisasi mencapai sekitar 560 orang, siap memperkuat kualitas data sebagai fondasi kebijakan pemulihan pascabencana.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa STIS merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan data statistik yang mutakhir dan relevan.

"Sekitar 510 mahasiswa, ditambah 50 personal tambahan yang akan kita deploy atau mobilisasi ke daerah terdampak bencana," ucap Amalia usai pelepasan petugas PKL STIS di kampus STIS Jakarta Timur, Selasa, 13 Januari 2026.

Baca Juga: BPS Libatkan Ratusan Mahasiswa STIS Turun ke Lokasi Bencana Sumatera untuk Pendataan Pascabencana

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Mensos Tegaskan Seleksi Sekolah Rakyat Berbasis Data BPS, Bukan Pendaftaran

Selama kurang lebih dua minggu, para mahasiswa dan pendamping akan mengumpulkan berbagai data penting di lapangan. Data tersebut menjadi bahan analisis kondisi pascabencana sekaligus pembanding dengan data pra-bencana yang telah dimiliki BPS, sehingga kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat disusun secara tepat sasaran.

Adapun wilayah penugasan telah ditetapkan di 15 daerah terdampak di Sumatera, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, serta wilayah lain seperti Gayo Lues, Meureudu, Subulussalam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan. Di Sumatera Barat, pendataan dilakukan di Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

"Jadi ini kebetulan mahasiswa di tingkat 3 ini kan memang ada kurikulum untuk melakukan PKL. Nah kebetulan karena ada, kebutuhan untuk pendataan juga maka kemudian PKL ini kita arahkan untuk sekaligus masuk kepada daerah terdampak bencana. Sehingga nanti bisa melakukan pendataan," terang Amalia Adininggar Widyasanti.

x|close