Ntvnews.id, Beirut - Kelompok bersenjata Kataib Hizbollah, yang dikenal sebagai milisi Irak dukungan Iran dan memiliki pengaruh besar di negara tersebut, menyerukan agar seluruh tentara asing segera angkat kaki dari wilayah Irak. Pernyataan itu disampaikan oleh kepala keamanan baru kelompok tersebut di tengah situasi yang dinilai semakin tidak stabil.
Dilansir dari AFP, Rabu, 18 Maret 2026, peringatan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan keamanan di Irak dalam beberapa waktu terakhir.
"Ketidakstabilan Irak disebabkan oleh kehadiran Amerika yang jahat, dan keamanan tidak akan tercapai sampai tentara asing terakhir meninggalkan wilayah Irak," kata kepala keamanan baru kelompok itu, Abou Moujahed al-Assaf, dalam sebuah pernyataan.
Kelompok ini sendiri telah ditetapkan oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris dan merupakan bagian dari aliansi yang dikenal sebagai Perlawanan Islam di Irak. Mereka secara konsisten menuntut penarikan pasukan AS dari wilayah tersebut.
Baca Juga: Menhub: Puncak Arus Mudik Lebaran Diperkirakan 18 Maret 2026
Sebelumnya, Kataib Hizbollah juga sempat menginstruksikan para anggotanya untuk bersiap menghadapi kemungkinan konflik berkepanjangan di Iran jika AS melancarkan serangan militer.
Dalam pernyataan sebelumnya yang dikutip AFP pada 27 Februari, kelompok ini juga memperingatkan AS mengenai potensi "kerugian besar" apabila memulai perang di kawasan tersebut.
Seorang komandan kelompok tersebut bahkan menyebut bahwa pihaknya “sangat mungkin” akan terlibat langsung jika terjadi serangan terhadap Iran, menandakan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
(Antara)