Menlu RI Koordinasi dengan China Tangani Penculikan WNI oleh Bajak Laut di Gabon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 15:49
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi perairan Gabon. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi perairan Gabon. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyatakan pemerintah terus berupaya melakukan koordinasi dengan otoritas China dalam menangani kasus penculikan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai kru kapal ikan di perairan Gabon dan menjadi korban aksi pembajakan.

“Kami memantau terus perkembangannya, dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar China,” kata Sugiono saat ditemui usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Koordinasi dengan pemerintah China dilakukan mengingat dalam insiden penculikan tersebut tidak hanya melibatkan empat WNI, tetapi juga lima warga negara China. Peristiwa pembajakan itu terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026 waktu setempat di perairan Gabon.

Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para WNI yang hingga kini masih ditahan oleh kelompok bajak laut. Ia juga telah menginstruksikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaounde untuk secara intensif memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

Baca Juga: Kemlu RI Koordinasi dengan Gabon Selamatkan ABK WNI Korban Pembajakan

“Saya memantau laporannya setiap jam, dan setiap ada pembaruan informasi,” ucap Sugiono.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong memastikan bahwa total sembilan awak kapal yang terdiri atas WNI dan warga negara China menjadi korban penculikan dalam insiden tersebut.

“Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon,” kata Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24, Senin, 12 Januari 2026 waktu setempat.

Meyong juga menegaskan bahwa situasi keamanan maritim saat ini telah ditangani di tingkat pemerintahan tertinggi Gabon dan seluruh langkah yang diperlukan telah dilakukan guna memastikan stabilitas dan keamanan di wilayah perairan tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa KBRI Yaounde telah menjalin koordinasi dengan otoritas setempat serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Bajak Laut Culik 4 WNI dan 5 WN China di Perairan Gabon

KBRI Yaounde, kata Heni, terus berupaya “untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik”.

Dalam keterangan tertulis yang telah dikonfirmasi pada Selasa, 13 Januari 2026, Heni juga memastikan bahwa KBRI Yaounde telah meminta informasi terbaru mengenai kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, terutama mereka yang berhasil lolos dari penculikan.

Selain itu, KBRI Yaounde juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanggung jawab kapal tetap memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan yang dimiliki para anak buah kapal (ABK) WNI beserta keluarganya.

(Sumber: Antara) 

x|close