Ntvnews.id, Jakarta - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal pertemuannya dengan dua tersangka kasus fitnah ijazah palsu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Menurut Jokowi, pihaknya mengapresiasi niat Eggi dan Damai untuk bersilaturahmi di kediaman di Solo, Jawa Tengah.
"Ya benar (ada pertemuan), telah hadir Eggi dan Damai bersilaturahmi ke rumah saya," ujar Jokowi, Rabu, 13 Januari 2026.
Menurut Jokowi, keduanya datang didampingi pengacaranya, Elida Netty. Kehadiran mereka guna bersilaturahmi.
"Benar, beliau-beliau hadir didampingi oleh pengacara Elida. Dan itu adalah kehadiran untuk silaturahmi. Saya sangat menghargai keduanya," kata Jokowi.
"Kemudian yang kedua dari pertemuan silaturahmi itu ya semoga bisa dijadikan pertimbangan bagi Polda Metro Jaya dan bagi penyidik untuk kemungkinan restorative justice," tuturnya.
Jokowi menegaskan, terkait restorative justice hal itu kewenangan dari penyidik kepolisian. "Soal restorative justice adalah kewenangan dari penyidik dan Polda Metro Jaya," ucapnya.
Perihal apakah ada permintaan maaf dari keduanya, Jokowi menegaskan hal itu tak perlu diperdebatkan.
"Menurut saya ada atau tidak itu (permintaan maaf dari mereka) tidak perlu diperdebatkan. Karena menurut saya niat baik silaturahmi itu harus saya hormati dan saya hargai," jelasnya.
Jokowi mengatakan terkait restorative justice akan ditindaklanjuti pengacara keduanya. "Saya kira nanti akan ditindaklanjuti oleh pengacara beliau (restorative justice)," tandasnya.
Momen Kocak Kompol Syarif Ajudan Jokowi Nyaris Jatuh Kejengkang (Instagram)