Penumpang Pingsan, Pesawat Lakukan Pendaratan Darurat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 10:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
ilustrasi pesawat. ilustrasi pesawat. (Pixabay)

Ntvnews.id, Manila - Penerbangan jarak jauh United Airlines (UA) dengan rute San Francisco–Singapura terpaksa melakukan pendaratan darurat di Manila setelah seorang penumpang dilaporkan tidak sadarkan diri di tengah perjalanan.

Pesawat tersebut mendarat di Manila, Filipina, menyusul kondisi medis serius yang dialami salah satu penumpang selama penerbangan berlangsung.

Dilansir dari The Straits Times, Kamis, 15 Januari 2026, pihak United Airlines menjelaskan bahwa penerbangan UA1 dialihkan ke Manila dan berhasil mendarat dengan aman guna menangani keadaan darurat medis tersebut.

Dalam penerbangan itu terdapat 193 penumpang dan 14 awak kabin. Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner yang digunakan seharusnya menempuh perjalanan nonstop sekitar 17 jam dari San Francisco ke Singapura.

Baca Juga: Ngeri, Penumpang Meninggal Gegera Alami Sakit Kepala di Pesawat

Namun, setelah mendarat di Manila, pesawat tidak langsung melanjutkan perjalanan. "Pesawat akan tetap berada di Manila semalaman karena awak kabin telah melampaui jam kerja yang diizinkan," ujar pihak United Airlines.

Maskapai juga menyampaikan bahwa penerbangan lanjutan dari Manila menuju Singapura dijadwalkan berangkat pada pukul 07.25 waktu setempat. Tidak ada pengumuman langsung yang disampaikan kepada penumpang saat masih berada di dalam pesawat.

Sebagai bentuk tanggung jawab, United Airlines menyediakan fasilitas hotel serta voucher makan bagi sebagian penumpang yang terdampak. Diketahui, penerbangan UA1 lepas landas dari San Francisco pada 10 Januari pukul 23.13 waktu setempat atau 11 Januari pukul 15.13 waktu Singapura, dan semula dijadwalkan tiba di Bandara Changi pada 12 Januari pukul 08.00.

Bandara/ist Bandara/ist

Berdasarkan pantauan di situs resmi Bandara Changi, penerbangan yang dijadwalkan tiba pada 12 Januari tersebut tercatat berstatus dibatalkan.

Salah seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan suasana menegangkan di dalam kabin. Ia menuturkan bahwa paramedis, awak kabin, serta penumpang dengan latar belakang medis bekerja sama memberikan pertolongan pertama, termasuk melakukan resusitasi jantung paru (CPR).

Penumpang yang mengalami kondisi darurat tersebut ditemukan tidak sadarkan diri di kursinya sekitar 14 jam setelah pesawat mengudara. Awak kabin kemudian segera meminta bantuan penumpang yang memiliki keahlian medis sebelum akhirnya memutuskan mengalihkan penerbangan ke Manila.

x|close