Prabowo Bahas Percepatan Pemenuhan Dokter Nasional Bersama Pimpinan Perguruan Tinggi di Istana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 12:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, JakartaPresiden RI Prabowo Subianto, dalam agenda Taklimat Presiden yang dihadiri ribuan pimpinan perguruan tinggi di Jakarta, menyoroti langkah percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter nasional yang hingga kini masih defisit lebih dari 100 ribu orang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026, ketika dimintai keterangan mengenai sejumlah isu yang dibahas bersama sekitar 1.200 undangan dari jajaran pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta.

“Yang berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100.000 dokter. Kita harus cari cara bagaimana untuk bisa mempercepat pemenuhannya,” ujar Prasetyo.

Baca Juga: Istana: Prabowo Diskusi dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar Bahas Arah Pendidikan Nasional

Ia menjelaskan, persoalan kekurangan tenaga dokter menjadi salah satu topik pembahasan utama dan konkret dalam dialog antara Presiden dengan para rektor.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah dokter yang tersedia saat ini dinilai belum seimbang dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Karena itu, lanjut Prasetyo, Presiden mendorong lahirnya berbagai terobosan untuk mempercepat pemenuhan tenaga dokter, termasuk dengan memperkuat peran dan kontribusi perguruan tinggi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi <b>(NTVnews)</b> Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Prasetyo menambahkan, percepatan tersebut tidak semata-mata menyangkut peningkatan jumlah lulusan dokter, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan mutu pendidikan tinggi secara menyeluruh, baik dari sisi kualitas dosen maupun ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas strategi untuk menekan beban operasional perguruan tinggi agar dapat berjalan lebih efektif, sehingga pembiayaan pendidikan tidak semakin membebani mahasiswa.

Baca Juga: Pakar Ungkap Dampak Penghentian Insentif, Harga Kendaraan Listrik Terancam Naik

“Sehingga, kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” katanya.

Sebelumnya, saat peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto juga telah memutuskan untuk membuka kampus-kampus kedokteran gratis yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh negara.

“Kita kekurangan dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi, tidak bisa hanya dengan bicara, dengan memfitnah, menghardik, mengejek, tidak bisa,” kata Prabowo.

x|close