Dompet Dhuafa Gelar Humanitarian Summit, Jangkau 41,8 Juta Penerima Manfaat Sepanjang 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 14:55
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Rahmad Riyadi Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi Dompet Dhuafa (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Tren penurunan angka kemiskinan nasional masih menyisakan tantangan besar bagi jutaan warga miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang atau 8,47 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 210 ribu orang dibandingkan September 2024 dan berkurang 1,1 juta orang dibandingkan Maret 2024.

Dari total jumlah penduduk miskin itu, Dompet Dhuafa melaporkan telah menjangkau sekitar 2,82 juta jiwa penerima manfaat, atau setara 12 persen. Sementara itu, sekitar 21,03 juta orang lainnya belum tersentuh layanan Dompet Dhuafa.

Melalui berbagai program pemberdayaan, Dompet Dhuafa menempatkan pendekatan jangka panjang sebagai strategi utama pengentasan kemiskinan. Fokusnya tidak hanya pada bantuan langsung, tetapi juga pada upaya membangun kemandirian masyarakat lewat penguatan ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah, dan budaya.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Indonesia Humanitarian Summit 2025 & Philanthropy Report yang mengusung tema Empowerment to The Next Level. Forum itu menekankan arah baru filantropi Indonesia yang lebih berorientasi pada solusi berkelanjutan dibandingkan pola bantuan sesaat.

Sepanjang 2025, Dompet Dhuafa mencatat penyaluran dana sebesar Rp422,94 miliar dengan total penghimpunan Rp426,51 miliar. Tingkat serapan mencapai 103 persen, mencerminkan efektivitas penyaluran berdasarkan indikator Allocation to Collection Ratio dalam prinsip pengelolaan zakat.

Baca Juga: Walid Regragui Bangga Maroko Bisa Capai Final Piala Afrika 2025

Hingga 2025, jumlah layanan yang diberikan Dompet Dhuafa mencapai 3,63 juta dengan penerima manfaat sebanyak 2,83 juta jiwa. Jika dihitung sejak berdiri pada 1993, total penerima manfaat kumulatif tercatat 41,84 juta jiwa.

Ragam inovasi pemberdayaan terus dikembangkan. Salah satunya melalui Industri Komunal Olahan Nanas (IKON), sebuah model agroindustri berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian desa, memperluas akses pasar, serta menciptakan lapangan kerja lokal.

Bidang kesehatan juga menjadi perhatian utama melalui program Pos Gizi yang difokuskan pada pencegahan stunting. Program tersebut menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, melakukan pemantauan rutin, serta memberikan edukasi kepada orang tua tentang pengolahan pangan sehat berbasis bahan lokal. Saat ini, Pos Gizi telah berjalan di 95 titik yang tersebar di 10 provinsi.

Skala kerja Dompet Dhuafa turut menjangkau wilayah internasional, termasuk Palestina. Berbagai layanan kemanusiaan digerakkan, seperti klinik keliling, dapur umum, gudang logistik, hingga pengiriman bantuan dan relawan.

Wilayah dalam negeri pun mendapat perhatian, terutama saat terjadi bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Relawan dan berbagai program tanggap darurat diterjunkan, mulai dari hunian sementara, sekolah darurat, masjid, layanan kesehatan, sumur air, dapur umum, hingga distribusi air bersih.

Melalui pendekatan yang semakin terukur dan berorientasi jangka panjang, Dompet Dhuafa menegaskan perannya bukan sekadar sebagai penyalur donasi, tetapi sebagai penggerak transformasi sosial agar masyarakat dhuafa dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan membangun kehidupan yang lebih bermartabat.

x|close