Ntvnews.id, Washington - Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, mendadak terganggu. Pesawat kepresidenan Air Force One yang membawanya terpaksa membatalkan penerbangan dan kembali ke Washington DC akibat kendala teknis yang terdeteksi sesaat setelah lepas landas.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa malam waktu setempat. Air Force One yang baru saja mengudara dilaporkan mengalami masalah kelistrikan, sehingga kru pesawat mengambil keputusan untuk berbalik arah demi alasan keselamatan.
Pesawat akhirnya mendarat kembali di Joint Base Andrews, markas militer yang biasa digunakan untuk penerbangan kepresidenan. Gedung Putih membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa keputusan kembali ke pangkalan dilakukan sebagai langkah pencegahan.
Baca Juga: PM Greenland Nilai Unggahan Trump Soal Greenland Tidak Pantas
"Setelah lepas landas, kru Air Force One (AF1) mengidentifikasi adanya masalah kelistrikan minor. Sebagai langkah pencegahan yang sangat hati-hati, AF1 kembali ke Joint Base Andrews. Presiden dan tim akan berpindah ke pesawat lain untuk melanjutkan perjalanan ke Swiss," tulis pernyataan resmi Gedung Putih, dikutip Rabu (21/1/2026).
Laporan The Associated Press turut mengungkapkan suasana di dalam pesawat saat insiden terjadi. Seorang reporter yang ikut dalam penerbangan tersebut menyebutkan bahwa lampu di kabin awak media sempat mati tidak lama setelah pesawat mengudara.
Meski gangguan itu tergolong ringan, prosedur keamanan kepresidenan mengharuskan penerbangan dihentikan demi memastikan keselamatan Presiden AS. Padahal, Trump dijadwalkan tiba di Davos untuk menyampaikan pidato pada Rabu siang waktu setempat.
Baca Juga: PM Greenland Nilai Unggahan Trump Soal Greenland Tidak Pantas
Kehadirannya dinilai penting karena akan membawa sejumlah agenda diplomatik yang menyita perhatian komunitas internasional. Selain isu ekonomi global, Trump direncanakan bertemu dengan para pemimpin Eropa dalam rangka membahas rencana kontroversialnya terkait Greenland.
Rencana tersebut sebelumnya telah memicu ketegangan diplomatik, terutama karena menyangkut upaya mengakuisisi Greenland dari Denmark. Sejumlah negara Eropa dan anggota NATO menyatakan penolakan keras terhadap gagasan tersebut, yang dinilai sensitif dari sisi kedaulatan wilayah.
Ketegangan itu semakin meningkat setelah Trump secara terbuka mengancam akan memberlakukan tarif impor baru terhadap sejumlah negara Eropa mulai bulan depan apabila tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland. Dengan batalnya penerbangan awal ini, agenda Trump di Davos pun sempat terganggu sebelum akhirnya direncanakan dilanjutkan menggunakan pesawat lain.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)