Ntvnews.id, Davos - Presiden Prabowo Subianto menyoroti program penyaluran panel interaktif digital ke sekolah-sekolah dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF), Kamis, 22 Januari 2026.
Program tersebut ditujukan untuk mendukung proses belajar-mengajar di berbagai daerah. Prabowo mengungkapkan, kehadiran panel interaktif digital itu mendapat sambutan hangat dari para siswa, guru, hingga masyarakat desa. Bahkan, tidak sedikit anak-anak yang terharu dan menangis karena sekolah mereka akhirnya memperoleh fasilitas tersebut.
"Di minggu-minggu pertama, kita melihat antusiasme anak-anak, antusiasme para guru, para penduduk desa. Banyak dari mereka menangis ketika melihat panel-panel itu datang," kata Prabowo, Kamis, 22 Januari 2026.
Baca Juga: Enam Proyek Hilirisasi Dimulai Bulan Ini
Selain itu, Prabowo mengaku menerima banyak pesan dari murid-murid di sekolah yang kebagian panel interaktif digital. Menurut dia, anak-anak tersebut merasa bahagia karena selama ini mereka tidak pernah merasakan perhatian langsung dari pemerintah pusat.
"Kami menerima pesan, 'Bapak Presiden, sepanjang sejarah desa ini, kami tidak pernah merasa bahwa pemerintah pusat mengetahui tentang kami. Ini adalah pertama kalinya kami merasa pemerintah pusat peduli pada kami dan sekarang ada di desa kami, sekarang membantu mendidik anak-anak kami," kata Prabowo.
Prabowo menilai pengalaman tersebut sangat menyentuh secara pribadi, karena program yang dijalankan bertujuan memperkuat kualitas generasi penerus bangsa. Ia juga menegaskan pentingnya investasi pada sumber daya manusia bagi para investor global yang hadir di WEF.
Prabowo Subianto di WEF Davos Swis (Istimewa)
"Bagi saya ini sangat menyentuh hati karena apa yang kita lakukan adalah memberdayakan generasi masa depan Indonesia. Mengapa hal ini penting bagi investor global yang berkumpul di sini di World Economic Forum? Karena saya memiliki keyakinan bahwa modal manusia menentukan pertumbuhan jangka panjang, imbal hasil jangka panjang," imbuh dia.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa distribusi panel interaktif digital telah dimulai sejak tahun lalu. Pada 2025, pemerintah telah melengkapi sebanyak 288.000 sekolah dengan masing-masing satu panel datar interaktif berukuran 75 inci sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan. Melalui fasilitas tersebut, pemerintah dapat memantau kualitas proses belajar-mengajar di seluruh wilayah Indonesia secara lebih mudah.
Baca Juga: Prabowo Teken Piagam Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump di Davos
"Misalnya (saya) di Jakarta, saya bisa mampir ke sekolah mana pun di Indonesia dan saya bisa melihat kualitas mengajar para guru. Saya bisa melihat reaksi anak-anak," kata Prabowo.
Untuk tahun ini, pemerintah berencana menambah sekitar satu juta unit panel interaktif digital. Sementara itu, pada 2026 mendatang, distribusi akan kembali ditingkatkan agar setiap sekolah memiliki lebih banyak ruang kelas yang dilengkapi teknologi tersebut.
"Pada tahun 2026 mendatang, kami akan menambah satu juta lagi panel pintar interaktif ini, sehingga setiap sekolah setidaknya memiliki tiga hingga empat ruang kelas dengan panel-panel ini," ucap dia.
Prabowo pun menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia minimal memiliki enam ruang kelas yang dilengkapi panel interaktif digital guna menunjang kegiatan belajar-mengajar.
"Kami berharap dalam tiga tahun, seluruh sekolah di Indonesia akan memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital," kata Prabowo.
Prabowo Subianto di WEF Davos Swis (Istimewa)